Home  /  Berita  /  Peristiwa

Ketua DPRD di Sumbar Digerebek Saat Berduaan dengan Sekretaris Pribadi di Kantor Tengah Malam

Ketua DPRD di Sumbar Digerebek Saat Berduaan dengan Sekretaris Pribadi di Kantor Tengah Malam
Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni, saat memberikan klarifikasi terkait penggerebekan di kantor DPD Partai Gerindra. (antara/suara.com)
Selasa, 20 April 2021 16:26 WIB
PADANG -- Ketua DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat, Parizal Hafni, digerebek warga saat berduaan dengan seorang perempuan yang merupakan sekretaris pribadinya, AS, di kantor DPC Partai Gerindra Pasaman Barat, Senin (19/4/2021) tengah malam.

Dikutip dari suara.com, Parizal Hafni mengaku, malam itu memang ada AS di kantornya, namun dia membantah melakukan perbuatan mesum dengan sekretaris pribadinya tersebut.

Dituturkannya, malam itu dia harus menyiapkan berkas partai yang diminta Kesbangpol Pasaman Barat untuk diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Persyaratan kekurangan berkas partai tersebut harus disampaikan paling lambat hari ini, Selasa (20/4/2021).

Kemudian, selepas shalat Isya, dia menghubungi stafnya berinisial AS yang saat itu berbuka puasa di salah satu rumah makan di Pasaman Barat.

''Saya menghubungi staf karena ada tugas yang harus diselesaikan karena dia yang bisa memakai komputer,'' katanya, dikutip dari Antara.

Sampai di kantor DPC Gerindra Pasaman Barat, dia mendengar suara ramai di luar dan langsung membuka pintu kantor tersebut. Ternyata yang datang Kasat Resnarkoba dan Kepala BNNK Pasaman Barat.

Pihak kepolisian ini mengaku mendapat laporan masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan narkoba di kantor Gerindra Pasaman Barat.

''Mendengar itu, saya langsung persilahkan masuk dan memeriksa kantor sampai ke lantai dua,'' tuturnya.

Setelah turun dari lantai dua, masyarakat ternyata sudah ramai di luar kantor. Mereka mempertanyakan hal lain soal adanya perempuan malam-malam di kantor Gerindra.

Parizal Hafni pun menjawab bahwa kantor Gerindra sama denga DPRD yang jika dibutuhkan bisa beroperasi siang dan malam.

''Saat itu kami di ruangan tengah dan tidak ada persoalan. Saya buka pintu dan siap shalat. Tidak ada yang aneh-aneh. Ajudan dan sopir saya di depan minum kopi,'' tuturnya.

''Persoalan itu sudah selesai dan hanya terjadi kesalahpahaman,'' tegasnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pasaman Barat, Abdi Surya mengatakan, kasus dugaan mesum ini tidak dilanjutkan ke proses hukum. Semuanya berakhir dengan pernyataan minta maaf dari Ketua DPRD Pasaman Barat yang ditulisnyab dalam sebuah surat.

Lantas, surat permintaan maaf itu juga dibacakan oleh ajudannya, Torang, di hadapan petugas dan warga yang melakukan aksi penggerebekan.

Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni atas nama pribadi dan pihak keluarga sesprinya, AS, memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemuda, khususnya warga Jorong Kampung Cubadak.

''Saya tidak ada niat membuat warga masyarakat salah paham. Demikianlah surat pernyataan ini saya buat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,'' katanya.

Surat pernyataan itu ditandatangani Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni. Kemudian juga orangtua perempuan berinisial AS dan Jorong Kampung Cubadak, Roby.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Peristiwa
wwwwww