Home  /  Berita  /  Umum

36 Ribu Dokumen Kependudukan Korban Bencana NTT dan NTB Diganti dalam Sepekan

36 Ribu Dokumen Kependudukan Korban Bencana NTT dan NTB Diganti dalam Sepekan
Suasana penyerahan dokumen kependudukan korban bencana di Nusa Tenggara. (foto: ist./tim media dukcapil)
Senin, 19 April 2021 17:16 WIB
JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri (Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri), Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan, Tim Tanggap Bencana Banjir Ditjen Dukcapil Kemendagri telah mengganti puluhan ribu dokumen kependudukan bagi korban di beberapa wilayah di Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) dan NTT (Nusa Tenggara Timur), selama sepekan tim bertugas.

Di Kabupaten Bima, kata Zudan, Tim Tanggap Bencana Ditjen Dukcapil yang bekerja di 2 kecamatan dan 9 desa berhasil mencetak 208 keping KTP-el, 8.050 KK, 100 akta kelahiran, dan 2 akta kematian hingga Minggu (18/4/2021).

"Total dokumen yang diganti untuk korban banjir di Kabupaten Bima adalah 8.360 dokumen kependudukan. Selanjutnya, dokumen yang telah dicetak diberikan kepada para Kepala Desa untuk dibagikan kepada penduduk yang menjadi korban bencana banjir," kata Zudan tertulis, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Senin (19/4/2021).

Sementara Tim Tanggap Bencana Alam Banjir yang bertugas di Kabupaten Kupang, Flores Timur, Alor, dan Kabupaten Malaka Provinsi NTT sejak tanggal 10 hingga 18 April 2021 melaporkan telah mencetak sebanyak 17.812 KK, 1.436 KTP-el, 104 akta kematian, 492 akta lahir dan 126 akta kawin. Sehingga selama sepekan bekerja di NTT, Tim Dukcapil pusat telah mencetak sebanyak 19.970 dokumen.

Atas kerja keras dan kinerja yang tinggi Tim Dukcapil, Dirjen Zudan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja sangat bagus di NTB dan NTT. Total 36.077 dokumen telah dibagikan kepada penduduk di sana yang terdampak bencana. Teman-teman semua yang sudah di sana mengorbankan waktu tidak berbuka puasa dan sahur bersama keluarga demi menolong masyarakat di sana. Semoga tetap sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan," kata Zudan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:Pemerintahan, Umum
wwwwww