Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Soal Varian Baru Covid 19, Prof Wiku: Jangan Panik dan Disiplin Jalankan Prokes

Soal Varian Baru Covid 19, Prof Wiku: Jangan Panik dan Disiplin Jalankan Prokes
Prof Wiku Adi Sasmito saat memberikan keterangan pers. (Foto: kemenpora.go.id)
Jum'at, 09 April 2021 10:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adi Sasmito mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan dengan ditemukaknya varian Covid-19 yakni E484K. Varian ini merupakan mutasi dari varian B117 dari Inggris.

Oleh karenanya, dia berharap masyarakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan ketika melakukan aktivitas. Penerapan protokol kesehatan dinilai sangat penting untuk mencegah penularan virus Covid-19.

“Saya harapkan masyarakat tidak panik tapi hendaknya semakin disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Mengingat disiplin ini adalah pertahanan kita dalam mencegah penularan virus covid-19,” jelas Prof Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut, dia menerangkan pemerintah terus berusaha meningatkan surveilence genome sequencing untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Dan, pemerintah juga memperketat proses skrining terhadap Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Indonesia.

Selain mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), Prof Wiku juga meminta masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik saat lebaran nanti. Hal ini terkait dengan kondisi pandemi Covid yang masih melanda Tanah Air.

Dia juga menyebutkan pemerintah telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis skala Mikro mulai 6-19 April 2021. Bahkan, katanya, PPKM telah diperluas di 5 provinsi yakni Aceh, Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Papua.

“Harap keputusan ini menjadi perhatian agar pemerintah daerah dapat segera menindak lanjuti. Sehingga di daerahnya masing-masing dapat dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.

Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021. Ketentuan SE ini yang ditandatangani Ketua Satgas Doni Monardo ini berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan pihaknya sangat mengharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak mudik. Irjen Istiono menegaskan pihaknya akan menambah titik penyekatan agar tidak ada lagi travel gelap yang lolos pemantauan.

“Saya pastikan tidak ada (travel gelap) yang lolos karena kita bangun 333 titik evaluasi dari pada mudik tahun lalu. Kita sudah koordinasi dengan instansi terkait semua,” terangnya.

Jenderal bintang dua ini memastikan seluruh travel gelap yang nekat melakukan perjalanan saat pelarangan mudik aka ditindak tegas. “Semua sinergi kompak untuk melakukan langkah-langkah penyekatan secara menyeluruh, baik pendekatan di perbatasan antar provinsi, antar kabupaten, maupun antar kota,” pungkas Irjen Pol Istiono. ***

wwwwww