Home  /  Berita  /  Peristiwa

Nikahan Atta-Aurel Bukan Agenda Kenegaraan, Setneg Didesak Minta Maaf ke Publik

Nikahan Atta-Aurel Bukan Agenda Kenegaraan, Setneg Didesak Minta Maaf ke Publik
Presiden Jokowi saat menghadiri pernikahan Atta-Aurel. (Foto: Istimewa)
Senin, 05 April 2021 16:47 WIB
JAKARTA - Unggahan akun Twitter resmi Sekretariat Negara (Setneg) yang mengabarkan kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara, Iriana, dalam acara pernikahan pasangan selebriti, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, menuai kritik.

Pihak Sekretariat Negara didesak untuk meminta maaf kepada publik karena telah mem-publish acara yang jelas-jelas bukan agenda kenegaraan.

"Setneg perlu meminta maaf kepada seluruh warga negara. Tentu menyesakkan dada melihat kenyataan komunikasi Setneg tak memahami mana urusan privat dan publik," tegas Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (5/4).

Menurut pengamat politik jebolan Universitas Telkom ini, Pemerintah juga seharusnya tidak membangun kesan adanya disparitas antarwarga negara satu yang dianggap prioritas dengan warga negara lainnya. Karena itu, tidak semestinya diunggah di kanal resmi negara, dalam hal ini akun medsos Setneg. "Presiden Jokowi punya akun personal, akan jauh lebih terhormat jika menggunakan itu," kata Dedi.

Selain itu, Dedi juga merasa prihatin dengan sikap pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, dalam acara pernikahan putra Halilintar Anofial Asmid dan putri Anang Hermansyah itu terlihat ramai dan terjadi kerumunan.

"Pemerintah larang kerumunan, sementara mereka sendiri sama sekali tidak dapat dijadikan teladan rakyat," tandasnya.

Pada Sabtu kemarin (3/4), akun Twitter resmi Sekretariat Negara mengabarkan kehadiran Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana di acara pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.

"Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana hadiri akad nikah Aurel dan Atta," begitu tulis akun @KemensetnegRI, (3/4).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww