Home  /  Berita  /  Olahraga

Soal Munaslub Ferkusi, Hafil Fuddin: Itu Tidak Ada Persetujuan

Soal Munaslub Ferkusi, Hafil Fuddin: Itu Tidak Ada Persetujuan
etua Umum PB Ferkushi, Mayjen (Purn) Abdul Hafil Fuddin
Rabu, 31 Maret 2021 16:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi), Mayjen (Purn) Abdul Hafil Fuddin menolak Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang direncanakan Forum Pengprov Ferkushi, 6 April mendatang.

"Munaslub Ferkushi yang digelar Forum Pengprov itu tidak ada persetujuan dari PB Ferkushi. Tolong abaikan saja," kata Mayjen TNI (Purn) Abdul Hafil Fuddin ketika dikonfirmasi mengenai adanya rencana Munaslub Ferkushi, Rabu (30/3/2021).

Menurut Hafil, hingga saat ini PB.Ferkushi secara organisasi tidak ada masalah termasuk hubungan dengan Pengprov. “Jadi atas dasar apa mereka itu mau memaksakan keinginannya menggelar Munaslub dengan agenda utamanya mengganti Ketua Umum,”kata mantan Pangdam Iskandar Muda ini.

Terkait adanya tudingan bahwa ada banyak pelanggaran AD/ART dilanggar oleh seorang Ketua Umum, Hafil kembali menegaskan hal itu mengada-ada alias tak punya dasar yang kuat. “Saya tanya kepada mereka yang bernafsu besar menggelar Munaslub ini AD/ART mana yang saya langgar. Mari kita dalam berorganisasi harus taat azas dan menghormati aturan main organisasi,” tambah Hafil yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliard Seluruh Indonesia (PB.POBSI) itu.

Menyinggung program PB.Ferkushi, Hafil juga menjelaskan tetap berjalan hanya saja sejak pandemi mengalami kendala.”Saya kira semua cabang olahraga mengalami kendala dalam menjalankan program pembinaan. Namun demikian PB.Ferkushi tetap fokus pada program pembinaan apalagi kurash masuk cabor yang dipersiapkan ke SEA Games 2021 Vietnam,”ungkapnya.

Penegasan tidak adanya izin Munaslub itu juga disampaikan Sekum PB Perkushi, Lukman Husein. Bahkan, dia menyebut pelaksanaan Munaslub yang digelar Forum Pengprov itu melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ferkushi. "Ini jelas pelanggaran dan kita akan mengenakan sanksi sesuai dengan AD/ART," tegasnya.

Saat ini, kata Hafil, PB Ferkushi sedang menjalankan dua agenda. Pertama, pelaksanaan pertandingan eksebisi kurash yang akan digelar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dan program pelatnas SEA Games Hanoi Vietnam 2021.

"Kita punya dua agenda penting yang harus didukung. Pertandingan eksebisi PON Papua harus bisa terlaksana dengan baik. Ini terkait untuk menjadikan cabang olahraga kurash resmi dipertandingkan pada PON XXI yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Dan, kita juga lagi mengupayakan agar program kurash menuju SEA Games Hanoir 2021 bisa mendapat dukungan Kemenpora. Ini yang patut menjadi perhatian dan dukungan dari berbagai pihak," tegasnya.

"Tak ada salahnya jika datang dan berbicara langsung kepada saya. Semua ini kan demi kebaikan olahraga kurash ke depan," tambahnya. ***

Kategori:Olahraga
wwwwww