Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pemerintah Mulai Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang Dimulai 17 Februari

Pemerintah Mulai Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang Dimulai 17 Februari
Jubir vaksin Covid-19 Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi (kiri) dalam dialog mengenai vaksin, Selasa (16/2/2021). (gambar: tangkapan layar kemkominfo tv)
Selasa, 16 Februari 2021 17:02 WIB
JAKARTA - Jubir (juru bicara) vaksin Covid-19 Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pemerintan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap Pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (17/2/2021).

Hal tersebut diungkap Nadia dalam sebuah dialog gelaran FMB9 (Forum Merdeka Barat 9), Kemkominfo RI (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) dan KPCPEN (Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Selasa (16/2/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Nadia menjelaskan, dipilhnya pedagang pasar karena para pedagang termasuk pihak yang banyak berhubungan dengan orang dalam aktivitas mereka.

"Tanggal 17 (Februari 2021) kita sudah memulai vaksinasi kepada petugas pemberi pelayanan publik, dalam hal ini kita memulai kepada para pedagang pasar," kata Nadia, dikutip GoNews.co dari siaran virtual Kemkominfo TV, Selasa.

Ia memastikan, sosialisasi vaksinasi terhadap Pedagang Pasar Tanah Abang telah dilakukan sejak 2-3 hari sebelumnya, dengan memanfaatkan media yang ada termasuk melalui jingle-jingle (iklan dalam bentuk musik).

Nadia menjelaskan, pemerintah memberi porsi vaksin untuk wilayah Jawa dan Bali sebanyak 70 persen. Proporsi ini juga terkait dengan ketersediaan vaksin yang memang saat ini masih terus diproduksi oleh BioFarma. Hari ini, Selasa, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) juga baru saja menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin produksi BioFarma. Seperti diketahui, BioFarma juga memproduksi vaksin Sinovac dengan bahan baku yang dikirim dari China.

Dalam kesempatan tersebut, Nadia juga menjelaskan bahwa vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia hanya memiliki efikesi sebesar 65 persen. "Artinya dia (vaksin Sinovac) memberikan perlindungan kada kita sebanyak 65 persen,".

"Masih ada 35 persen yang merupakan resiko kita untuk tertular Covid-19," kata Nadia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww