Home  /  Berita  /  GoNews Group

Toilet Umum Danau Toba Diperhatikan Pemerintah, Wakil Rakyat Senang tapi...

Toilet Umum Danau Toba Diperhatikan Pemerintah, Wakil Rakyat Senang tapi...
Ilustrasi toilet yang dikelola perusahaan asal Swiss, Mister Loo. (kolase: ist./mister loo)
Senin, 15 Februari 2021 14:52 WIB
JAKARTA - Anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dari dapil (daerah pemilihan) Sumut (Sumatera Utara) II, Marwan Dasopang, menyatakan apresiasi pada pemerintah jika pengelolaan toilet umum di kawasan wisata Danau Toba diperhatikan.

"Karena pariwisata juga kan jadi konsen bagi kemajuan daerah, ketika pengelolaan toilet untuk turis-turis itu jadi perhatian pemerintah tentu kami senang," kata Marwan saat dihubungi GoNews.co, Senin (15/2/2021).

Tapi, Legislator Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) DPR RI itu menyatakan, perlu ada kajian serius mengenai kapabilitas stakeholders lokal.

"Kita minta kajiannya, apakah stakeholders ini punya kemampuan atau tidak. Jika stakeholders lokal memang tidak punya kemampuan pengolalaan toliet umum secara baik, maka tidak masalah juga jika pengelolaan toilet umum di kawasan Danau Toba dikelola pihak luar," kata Marwan.

Menurut Marwan, jika merujuk pada toliet-toliet di Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dikelola pihak Angkasa Pura, pengelolaan toilet-toilet tersebut sudah terbilang baik, bahkan sudah diakui dunia.

Lebih jauh, Marwan melanjutkan, selain pentingnya kajian kapabilitas stakeholders lokal dalam pengolahan toilet di kawasan Danau Toba, perlu juga ditetapkan limitasi dan kewajiban transfer knowledge atau alih pengetahuan dan skill dari stakeholders luar, jika memang pengelolaan toilet harus digarap oleh stakeholders luar.

"Jadi harus jelas batasan waktunya, sampai kapan stakeholders luar itu diizinkan mengelola. Dan perlu ada transfer knowledge kepada sumber daya manusia kita di stakeholders-stakeholders lokal kita," kata Marwan.

Sebelumnya diberitakan, Menko Marves (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), Luhut Binsar Pandjaitan, menunjuk Mister Loo, sebuah perusahaan startup sanitary toilet umum premium asal Swiss untuk mengelola toilet di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara.

Di sana, ada sekitar 25 toilet umum atau WC yang sudah dibangun sebagai hasil CSR (corporate social responsibility) beberapa perusahaan. Toilet-toilet itu tersebar di beberapa kawasan proyek pemerintah yang saat ini masih tahap pembangunan. Kawasan tersebut, antara lain di Dermaga Porsea, Dermaga Balige, Dolok Sipiak, dan Huta Siallagan Pulau Samosir.

Dia berharap, toilet-toilet tersebut dapat berfungsi seiring dengan selesainya pembangunan di titik-titik proyek pemerintah yang sudah rampung sebagian itu.

"WC itu penting karena di tempat-tempat spot turis kalau enggak ada WC, enggak ada air, tidak ada gunanya. Nah airnya kita ambil, kita bikin sumur, tarik ke atas sehingga itu berjalan. Kita berharap 25 toilet ini harus bersamaan selesainya nanti dengan semua, dari dermaga Porsea, Balige, dan sebagainya," pungkas Luhut, dikutip GoNews.co dari kompas.com, Senin (15/2/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Ekonomi, GoNews Group
wwwwww