Home  /  Berita  /  Politik

Tak Dapat Akses Masuk ke Ruang Rapat, Sebagian Anggota LAM Riau Ngamuk di DPR

Tak Dapat Akses Masuk ke Ruang Rapat, Sebagian Anggota LAM Riau Ngamuk di DPR
Sejumlah Anggota LAM Riau melakukan protes di depan pintu masuk Nusantara I DPR. (Foto: GoNews)
Selasa, 09 Februari 2021 14:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Pemprov Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Pertamina dan Kementerian ESDM di Gedung Nusantara I DPR RI diwarnai dengan sedikit kericuhan, (10/2/2021).

Dimana sebagian anggota LAM Riau tidak diperbolehkan masuk ruang rapat. Merasa kecewa tidak diperbolehkan masuk dalam rapat yang akan membahas soal pengelolaan Blok Rokan tersebut, sejumlah anggota LAM melakukan protes ke pihak keamanan.

"Kami ke sini menghadiri undangan. Ini gedung rakyat, kenapa kalian larang kami masuk," teriak mereka.

Dari pantauan GoNews.co, beberapa Pengaman Dalam (Pamdal) menghampiri mereka dan menjelaskan prosedur rapat. "Mohon maaf pak, yang bisa masuk itu sesuai daftar tamu yang hadir. Jadi sesuai daftar nama yang diajukan ke Kesekjenan," ujar petugas keamanan tersebut.

Tak puas mendapat jawaban tersebut, sebagian anggota LAM yang hadir dari beberapa kabupaten di Riau itupun meluapkan emosinya menggebrak pagar pembatas. "Ini gedung dibangun dari uang rakyat. Minyak yang kalian sedot selama ini sudah bikin sengsara rakyat Riau," teriaknya.

Melihat kegaduhan tidak berhenti, Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus, terlihat keluar dari ruang rapat dan menemui sejumlah anggota LAM yang protes. "Tolong sabar biar kami yang memperjuangkan ini. Jangan bikin gaduh, percaya saja sama perwakilan LAM yang di dalam," jelas Indra.

"Berapa lama kami menunggu, berapa lama?," tanya Panglima Punggawa LAM Riau, Datu Jhon Daso.

Hingga berita ini dimuat, ketegangan masih terjadi. Sementara di ruang rapat sudah terlihat Wakil Gubernur Riau, Edy Natar, Ketua LAM Riau, Datuk Syahril Abu Bakar dan perwakilan dari pemerintah Provinsi Riau. RDP tersebut juga tertutup bagi wartawan.***

wwwwww