Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ratusan Dosis Vaksin Sinovac Rusak

Ratusan Dosis Vaksin Sinovac Rusak
Kadis Kesehatan TTU, Thomas Laka saat diwawancarai pewarta mengenai vaksin Sinovac yang rusak. (gambar: tangkapan layar video kompastv)
Minggu, 07 Februari 2021 18:14 WIB
TIMOR TENGAH UTARA - Ratusan dosis vaksin Sinovac jatah puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Maubesi, Kecamatan Insana, dinyatakan rusak. Keteledoran dalam pengangkutan, diduga sebagai penyebab.

"Suhunya. Suhunya di atas suhu standar. Itu karena persoalan kemaren, mungkin teledor. Kendaraan yang dipakai itu kendaraan yang terbuka, sementara kendaraan yang kemarin kita pakai menjemput vaksin dari Kupang, kendaraan boks itu, di waktu yang bersamaan dia ke Kupang untuk menjemput lagi APD (alat pelindung diri) dengan alat kesehatan yang tidak terbawa, waktu hari jumat kemarin, maka kendaraan itu balik," kata Kadis (Kepala Dinas) Kesehatan Timor Tengah Utara, Thomas Laka kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari kompastv, Minggu (7/2/2021).

Lansiran itu menyebut, ada sebanyak 160 dosis vaksin Sinovac yang dinyatakan rusak. Saat ini, vaksin-vaksin yang rusak itu diamankan di Kantor Dinas Kesehatan TTU (Timor Tengah Utara), Nusa Tenggara Timur. Sementara koordinasi penggantian vaksin terus dilakukan.

Seperti diketahui, vaksin Sinovac terbuat dari virus Corona yang telah dimatikan. Belum diketahui, apa yang akan dilakukan terhadap 160 dosis vaksin Sinovac yang rusak tersebut.

Sementara itu, pemerintah kini tengah serius menyiapkan cara penanganan limbah akibat Covid-19, utamanya jarum suntik bekas vaksinasi.

"Ini yang sudah kita upayakan buat sistemnya, sudah ada alatnya dan mudah-mudahan bisa segera dipakai sehingga bisa mencegah limbah yang besar. Metode yang kita akan gunakan mudah-mudahan bisa mengatasi itu dengan cepat," kata Menristek (Menteri Riset dan Teknologi), Bambang Brodjonegoro dalam sebuah webinar, Jumat (5/2/2021).

Sebelumnya, seorang Profesor dari Imperial's Department of Chemical Engineering and Future Vaccine Manufacturing Research Hub, Jason Hallett, sempat menyebut bahwa vaksin yang tak disimpan dalam suhu tertentu bisa berubah menjadi racun.

Menanggapi Jason, Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman dalam lansiran sindonews.com menyatakan, vaksin adalah produk kesehatan yang sensitif. Untuk itu, dibutuhkan penyimpanan vaksin dalam suhu yang tepat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww