Home  /  Berita  /  Peristiwa

Jembatan Penghubung Kota Pekalongan - Pemalang Amblas, Arah Jakarta Wajib Masuk Tol

Jembatan Penghubung Kota Pekalongan - Pemalang Amblas, Arah Jakarta Wajib Masuk Tol
Jembatan penghubung Kota Pekalongan- Pemalang Ambles. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 05 Februari 2021 11:56 WIB
PEKALONGAN - Jembatan di Jalan Pantura Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, ambles pada Kamis malam (4/2/2021).

Konstruksi jembatan yang sudah lama diduga menjadi penyebab amblesnya jembatan di jalan nasional itu.

Jembatan yang ambles ini menghubungkan Jalur Pantura Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan. Ada dua jembatan yang berada di ruas jalan tersebut.

Jembatan yang ambles merupakan jembatan yang berada di sisi selatan, atau di lajur jalan yang mengarah ke Jakarta. Akibatnya, jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Adapun jembatan yang berada di sisi utara kondisinya masih bisa dilalui kendaraan.

Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, mengatakan, jembatan mulai ambles sekitar pukul 19.45 WIB. Dia belum dapat memastikan penyebab amblesnya jembatan.

"Penyebabnya belum diketahui. Mungkin karena konstruksinya sudah lama," ujarnya saat mengecek kondisi jembatan yang ambles.

Menurut Ronny, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengetahui kondisi konstruksi jembatan yang berada di sisi utara tersebut. Sebab, kendaraan yang mengarah ke Semarang dialihkan ke jembatan ini.

"Apabila kondisi tidak memungkinkan, kami tidak akan memberikan akses atau beban lebih berat di jembatan satunya tersebut. Arus lalu lintas sementara ini contra flow," ujar dia.

Ronny meminta pengendara untuk bersabar karena kondisi lajur jalan menyempit akibat dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Arfian Riski Dwi Wibowo, menambahkan, kendaraan dari arah Jakarta akan dialihkan ke jalan tol untuk mengurangi beban di jembatan di sisi utara. "Sementara, nanti kita imbau kendaraan yang melalui Jalan Pantura kita imbau lewat tol," ujarnya.

Menurut Arfian, pihaknya sudah melakukan pengaturan arus untuk mengurai antrean kendaraan yang sempat terjadi setelah jembatan ambles. "Antrean kendaraan masih ada tetapi sudah tidak terlalu banyak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Wahadi, menyebut, jembatan yang ambles merupakan jembatan lama sehingga kemungkinan penyebabnya adalah konstruksi yang sudah keropos.

"Penyebabnya bukan karena cuaca atau arus sungi, karena sungai yang berada di bawah jembatan sungai kecil. Kondisi jembatan memang sudah dianalisis rawan. Usianya sudah lebih dari 20 tahun," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Umum, Peristiwa
wwwwww