Home  /  Berita  /  GoNews Group

Polri Beri Sinyal Izinkan Kompetisi Sepakbola Tanpa Penonton

Polri Beri Sinyal Izinkan Kompetisi Sepakbola Tanpa Penonton
Rabu, 03 Februari 2021 19:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - PSSI boleh bernafas lega. Pasalnya, pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 yang sudah dihentikan sejak tahun lalu akibat pandemi Covid 19.

Sinyal itu disampaikan Baintelkam Polri, Kombes Pol Budi Sajidin dalam webinar yang diadakan Siwo PWI Pusat, Rabu (3/2/2021). Bahkan, dia mengaku sudah menerima informasi dari Asops Kapolri, Imam Sugianto yang sudah mempertimbangkan gelaran kompetisi sepakbola baik itu Liga 1 dan 2 tahun 2021.

"Saya sudah mendapat informasi dari Asops Kapolri Imam Sugianto yang menyatakan bahwa untuk tata cara kegiatan kompetisi Liga 1, Liga 2 kemungkina bisa dilaksanakan. Ini sudah dipertimbangkan," ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan ini juga akan ada kesepakatan dari Satgas Covid-19, KONI, Kemenpora dan cabang olahraga agar protokol kesehatan dijaga ketat. "Kompetisi sepakbola tanpa penonton bisa dilaksanakan asal nanti ada titik temu dan protokol yang ketat dilalui. Lalu olahraga lain silakan mengajukan," ujarnya.

Dia mengungkapkan alasan Kepolisian belum menerbitkan izin kompetisi karena saat ini masih ada aturan Kapolri (Telegram) sebelumnya yang belum dicabut terkait izin keramaian.

"Kebijakan Pak Kapolri sebelum November, Polri tidak boleh memberikan izin keramaian seluruh kegiatan seperti acara pernikahan, dan lain sebaginya. Jadi, tak hanya olahraga, kecuali Pilkada karena banyak kesepakatan yang dibuat," jelasnya.

"Larangan bukan harga mati. Ke depan bisa dilaksanakan tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Sudah ada lampu hijau, kesepakatan ini akan dibangun sama seperti Pilkada kemarin," tambahnya.

"KPU dan Bawaslu yang memakai protokol kesehatan. Ada 14 persyaratan dalam TPS. Persyaratan itu akan meloloskan izin keluar," tandasnya.

"Ke depannya, kita bisa mengumpulkan ketua kelompok suporter dan memberi sosialisasi kepada mereka. Harapannya, mereka bisa mendorong para suporter untuk mendukung dari rumah hingga risiko (penularan) bisa diminimalisasi," tutupnya. ***

wwwwww