Home  /  Berita  /  Politik

Isu Kudeta AHY, Demokrat Kampar Siap Pasang Badan

Isu Kudeta AHY, Demokrat Kampar Siap Pasang Badan
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kabupaten Kampar, Rahmat Jevary Juniardo. (Foto: Istimewa)
Selasa, 02 Februari 2021 14:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) menyebut ada gerakan yang ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa.

AHY menuding ada pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo yang terlibat dalam gerakan "kudeta" tersebut.

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

Menanggapi isu tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kabupaten Kampar, Rahmat Jevary Juniardo dengan tegas menyatakan, DPC Demokrat Kabupaten Kampar tetap akan mendukung penuh kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, selama memimpin Demokrat, AHY sangat dekat dengan rakyat. "Ketum AHY sangat cocok memimpin Partai Demokrat. InsyaAllah Dia akan membawa Demokrat sebagai partai pemenang Pemilu 2024, " tegas Ardo sapaan akrabnya melalui keterangan pers yang diterima GoNews.co, Selasa (2/2/2021).

Ardo juga memastikan, seluruh kader Demokrat di Kampar mengaku siap pasang badan jika ada penyusup yang akan merebut kepemimpinan partai Demokrat dari AHY tanpa melalui aturan yang diatur dalam AD/ART organisasi.

"Saya dan kader partai Demokrat Kampar siap pasang badan jika ada yang berusaha merebut posisi Ketum dari AHY dengan cara-cara yang tidak sesuai aturan partai,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, di tengah ektabilitas partai Demokrat yang semakin tinggi di bawah kepemimpinan AHY, bisa menimbulkan kecemburuan politik kekuasaan, sehingga menggunakan orang untuk memecah belah partai.

"Sekarang elektabilitas partai sesuai hasil survai terus naik bahkan udah peringkat ketiga. Ini pasti ada kecemburuan apalagi masyarakat saat ini banyak yang antusias agar ada presiden akan datang dari partai Demokrat," pungkasnya.***

wwwwww