Home  /  Berita  /  GoNews Group

Agung Firman Gelorakan Semangat Bertanding untuk Menang

Agung Firman Gelorakan Semangat Bertanding untuk Menang
Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna (tengah).
Selasa, 02 Februari 2021 21:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna menggelorakan semangat bertanding untuk menang. Pesan penambah semangat itu disampaikan saat bertemu dengan para pebulutangkis yang baru saja bertanding pada turnamen di Bangkok, Thailand, Januari silam.

Dalam kunjungan ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (2/2/2021) sore, Agung hadir untuk menyambut dan memberi semangat kepada pemain yang telah kembali ke Tanah Air. Selain itu, Agung juga ingin mendengar langsung dari pemain dan pelatih tentang bagaimana perjuangan para pemain di ibukota Negeri Gajah Putih silam.

Dalam pertemuan yang begitu cair dan tidak formil itu, Agung didampingi Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Wakil Sekjen Edi Sukarno, pemain, pelatih, dan jajaran pengurus. Meski begitu, di tengah pandemi, protokol kesehatan tetap diterapkan dalam acara ini. Kunjungan ketiga Agung ini diakhiri dengan berlatih bulutangkis bersama pemain.

"Saya ucapkan terima kasih, atas perjuangan teman-teman selama pertandingan di Thailand. Terima kasih sudah menunjukkan upayanya, meski belum upaya terbaik. Perkenankan saya juga mengapresiasi debut pertama kita di tahun pertama ini," ucap Agung dalam pembuka.

Dalam kesempatan ini Agung juga mengajak semua pelatih dan pemain untuk melakukan evaluasi bersama, menyusul hasil yang didapat dari tiga turnamen di Thailand.

"Mari sama-sama evaluasi kira-kira apa yang harus kita lakukan supaya ke depannya menjadi lebih baik. Menjadi lebih baik untuk teman-teman, untuk PBSI, dan untuk olahraga kita," tegas Agung.

"Dari tiga turnamen ini, kita evaluasi di mana kapasitas stamina, ketangguhan mental, dan tingkatan teknis dalam berlaga di turnamen internasional. Stamina, mental, dan teknis adalah tiga hal yang sangat penting untuk kita evaluasi. Di antara tiga hal ini, saya juga ingin tahu di mana kurangnya," jelas Agung.

Menurut Agung, dengan menjuarai pertandingan, pencapaian yang didapat semuanya menjadi milik sang pemain. Karena itu, nahkoda baru di organisasi bulutangkis Indonesia ini, meminta pemain untuk selalu menggelorakan semangat bertanding untuk menang.

"Kalau teman-teman juara, itu bukan untuk PBSI, bukan pula untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi adalah untuk teman-teman sendiri. Oleh karena itu, teman-teman harus bertanding untuk menang!" Agung memberi semangat.

Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya kepada skuad Indonesia yang telah berlaga di Thailand. Rionny pun siap untuk mengevaluasi hasil yang didapat para pemain dalam tiga turnamen tersebut.

"Terima kasih Pak Agung atas dukungannya dari berangkat sampai kembali ke Indonesia, kita dijemput dengan baik. Setelah ini saya dan pelatih-pelatih akan evaluasi yang lebih serius lagi, karena seperti yang Pak Agung bilang tadi dari faktor mental sangat penting. Kita juga akan pelajari kekurangan kita dan juga kelebihan lawan termasuk untuk nutrisi dan teknis," tutur Rionny.

Permintaan maaf disampaikan oleh Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra yang merangkap sebagai tim manajer, atas prestasi pemain yang kurang maksimal.

"Mohon maaf, hasil yang kami dapatkan di Thailand kurang maksimal. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik. Benar tadi yang Pak Agung tegaskan ada tiga kriteria penting dalam olahraga, mental, teknik, dan fisik. Mental memang menjadi yang utama. Dan ini kita akan perbaiki terus," ucap Aryono.

Dituturkan Muhammad Rian Ardianto, kegagalan pada debut pertama setelah vakum 10 bulan bertanding sejak pandemi ini dikarenakan kurangnya mental, fisik, dan strategi dalam bertanding. Hal itu juga yang membuat hilangnya atmosfer pertandingan.

"Dari segi mental, fisik dan strategi bertanding juga masih kurang. Ini adalah turnamen pertama kali sejak All England tahun lalu, jadi feeling atau touchnya hilang. Itu yang masih harus kami cari," aku Rian.

Fajar menyebutkan bertanding di tengah pandemi harus disikapi dengan baik. Pasalnya, tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi akan berakhir. Mau tidak mau, pemain harus beradaptasi dengan kondisi ini.

"Jadi memang kondisi seperti ini tidak seperti pertandingan pada biasanya. Saya merasakan fokusnya tidak hanya di bertanding, tapi harus juga menjaga kondisi agar tetap fit. Protokol kesehatan pun sangat ketat, jadi kami mungkin memang kurang terbiasa. Tapi mau tidak mau, kondisi seperti ini harus dijalani," Fajar Alfian menjelaskan.

"Saya mau mengucapkan terima kasih untuk Pak Agung atas dukungannya. Sehingga kami bisa mengikuti turnamen meski dalam kondisi seperti ini. Terima kasih sekali lagi untuk supportnya dan tetap memberikan pilihan yang terbaik untuk kami," Gregoria Mariska Tunjung menambahkan. ***

wwwwww