Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sejumlah Atlet Pelatnas Angkat Besi Terkena Covid 19, Menpora: Perketat Izin Atlet Keluar

Sejumlah Atlet Pelatnas Angkat Besi Terkena Covid 19, Menpora: Perketat Izin Atlet Keluar
Minggu, 31 Januari 2021 22:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA -Dalam rangka mengantisipasi angka penularan Covid 19 semakin tinggi, Menpora Zainudin Amali mengeluarkan instruksi. Dia meminta seluruh pengelola pelatnas untuk memperketat izin atlet keluar maupun yang ingin berkunjung ke lokasi Pelatnas dalam rangka mengantisipasi pandemi Covid 19.

"Covid 19 makin ganas dan jangan dianggap remeh. Saya minta seluruh pengelola pelatnas untuk lebih ketat memberikan izin atlet keluar maupun yang ingin berkunjung ke tempat pelatnas," kata Zainudin Amali yang dihubungi, Minggu (31/1/2021) malam, menanggapi adanya sejumlah atlet angkat besi pelatnas yang ppsitif Covid 19. 

Menurut Amali, sudah selayaknya para atlet yang sedang berada di pelatnas harus menerapkan secara ketat protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. "Saya berharap para atlet yang sedang dalam pelatnas, apalagi mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kejuaraan, baik single event maupun multi even untuk bisa menahan diri. Tahan keinginan kembali ke kampung, bertahanlah di tempat pelatnas yang sudah disiapkan oleh pelatih dan pengurus cabang olahraga walaupun saat libur latihan beberapa hari misalnya," katanya. 

Alasan Amali agar atlet menahan diri untuk tidak keluar dari tempat pelatnas agar bisa terpantau. "Bertahan di dalam TC kan bisa lebih gampang memantaunya," imbuhnya. 

Kabar adanya sejumlah atlet angkat besi pelatnas poaitif Covid 19 itu disampaikan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto. Dia menyebut atlet pelatnas angkat besi terpapar virus Covid 19 setelah mereka kembali ke daerahnya di Bandung, Jawa Barat.

Gatot Dewa Broto menyampaikan hal itu setelah menerima laporan terkait kondisi lifter dari Wakil Ketua Umum PB PABSI, Joko Pramono. "Saya sudah mendengar dan mereka menyampaikannya empat hari lalu. Mereka sudah menjelaskan soal penangannya seperti apa dan terbuka untuk melaporkan kepada kami," kata seperti dikutip salah satu online. 

Dijelaskan Gatot, atlet yang terpapar merupakan rombongan yang tengah pulang ke daerahnya di Bandung pada akhir tahun lalu. Mereka menggunakan jalan darat. Setibanya di kota tersebut ada antusiasme dari daerah sana.

"Mungkin waktu pas, sampai di satu daerah ada interaksi cukup intens." Meski begitu, Gatot menegaskan, tak ada maksud untuk menutupi kabar tersebut. Kesibukan dari pihaknya sehingga laporan baru diterima empat hari lalu.

"Kebetulan kemarin saya ada perlu dan mereka kemudian laporan. Jadi bukan setelah sebulan baru lapor, tapi saat itu saya sibuk sekali, jadi jangan sampai kami dianggap menutupi," ujarnya.

"Saat ini statusnya (atlet) sudah ada yang negatif dari jumlah kurang dari 10 orang. Waktu itu yang dilaporkan hanya atlet saja," tambahnya. ***

wwwwww