Home  /  Berita  /  Politik

Sebaiknya Syahril Abu Bakar Mundur dari LAM Riau atau Batalkan Kelola Blok Rokan

Sebaiknya Syahril Abu Bakar Mundur dari LAM Riau atau Batalkan Kelola Blok Rokan
Ketua LAM Riau, Datuk Syahril Abu Bakar. (Foto: Istimewa)
Kamis, 28 Januari 2021 21:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Datuk Syahril Abu Bakar diminta mundur dari jabatan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Desakan tersebut datang dari tokoh pemuda Riau, Zulkardi.

"Sebaiknya Datuk Syahril Abu Bakar mundur dari LAM," ujarnya kepada GoNews.co, Kamis (28/1/2021).

Desakan tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. Fenomena keretakan antar pengurus dan anggota LAM Riau adalah bukti nyata bahwa Datuk Syahril sudah tidak layak menjadi pemimpin.

"Satu persatu keretakan ditubuh LAM Riau muncul. Dalam sejarah tercatat baru pertama kalinya terjadi ada dualisme kepemimpinan seperti yang terjadi di LAMR Pekanbaru. Tentu kejadian ini mencoreng nama baik LAMR sebagai lembaga yang menaungi adat istiadat dan budaya Melayu Riau," tandasnya.

Dualisme kepemimpinan LAMR Pekanbaru, menurutnya, akibat dari LAM Riau yang sibuk mengurusi Blok Rokan. Padahal jelas, proyek tersebut bukan tugas pokok dari LAM Riau.

"Di bawah kepemimpinan Datuk Syahril, LAM Riau hari ini sudah menyimpang dari tugas pokoknya sebagai perawat kelestarian kebudayaan yang ada di Riau, sehingga benturan kepentingan yang terjadi pada lembaga ini tak terelakkan lagi," tutur Zulkardi.

Sahril Abu Bakar sebagai pemegang kemudi LAM Riau, kata dia, sudah membawa LAM Riau berjalan tidak pada jalurnya, LAM Riau dipaksakan berjalan di track yang penuh dengan kepentingan.

Keretakan LAMR Pekanbaru, sambungnya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga pada LAMR di daerah lain. "Jika melihat situasi yang semakin panas di Provinsi Riau, transisi Blok Rokan, Agustus mendatang, bukan tidak mungkin akan ada keretakan di daerah lain. Datuk Sahril Abu Bakar harus bertanggung jawab, kalau tak bisa membendung hasrat mengelola Blok Rokan, mundur saja dari kepemimpinan LAMR, menjadi pimpinan BUMD aja," tukasnya.

"Sekali lagi, tarik mundur LAM Riau dari kepentingan mengelola Blok Rokan atau perpecahan LAM Riau akan semakin terbuka lebar," pungkasnya.***

wwwwww