Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Melalui Dua Ditjen, Kemendagri Dukung Penuh BKKBN Tangani Stunting

Melalui Dua Ditjen, Kemendagri Dukung Penuh BKKBN Tangani Stunting
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah (batik putih) dalam rapat Kemendagri dengan BKKBN di Jakarta, Rabu (27/1/2021). (foto: ist/puspen)
Kamis, 28 Januari 2021 09:43 WIB
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri berbagi pakai data 271 juta penduduk Indonesia melalui hak akses data termutakhir dalam big data kependudukan kepada BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah mengatakan, hal tersebut adalah wujud dukungan Kemendagri terhadap program penurunan stunting, sesuai dengan perintah Mendagri Tito Karnavian.

"Perlu dilakukan sinkronisasi data yang dimiliki Kemendagri dengan hasil pendataan keluarga oleh BKKBN. Kemendagri akan mendukung penuh program BKKBN dalam rangka percepatan penurunan stunting," kata Zudan usai gelaran rapat dengan BKKBN di Jakarta pada Rabu, kemarin.

Selain Zudan, turut hadir dalam rapat tersebut, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Hari Nur Cahya Murni (Nunung). Nunung menyatakan, pihaknya berkontribusi melakukan konvergensi upaya penurunan stunting melalui sinkronisasi program dan kegiatan pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rangka melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan, Ditjen Bina Bangda menerbitkan petunjuk teknis bagi pemerintah provinsi utk melakukan penilaian kinerja kabupaten/kota dalam melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunan stunting.

Selanjutnya guna mendukung tugas berat BKKBB menurunkan stunting menjadi 14% pada tahun 2024, Nunung mengatakan bahwa pendekatan strategis menurunkan stunting adalah melalui keluarga.

"Karena itu pelibatan organisasi PKK yang memiliki jaringan dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional, akan dapat membantu pemerintah secara masif dalam upaya menurunkan stunting," kata Nunung dikutip dari keterangan Puspen Kemendagri, Kamis (28/1/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Pemerintahan
wwwwww