Home  /  Berita  /  GoNews Group

Vaksinasi: Harapan Olahraga di Tengah Pandemi

Vaksinasi: Harapan Olahraga di Tengah Pandemi
Rabu, 20 Januari 2021 19:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komunitas olahraga Indonesia dapat memotivasi masyarakat Indonesia agar tidak selalu terintimidasi pemberitaan miring tentang Covid-19 yang tak kunjung usai. Caranya adalah dengan menggelar kembali kegiatan olahraga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, di samping vaksinasi yang diberikan kepada para atlet.

Hingga saat ini tidak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 selesai. Kompetisi olahraga yang dapat memotivasi masyarakat memerlukan jalan keluar untuk kembali digelar. “Dalam situasi normal baru, kita harus survive, kita bangsa besar, kita harus cari jalan keluar”, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman. Salah satu jalan keluar adalah dengan kondisi atlet telah divaksin dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama penyelenggaraan kegiatan.

“Atlet dibebaskan untuk melakukan vaksinasi atau tidak, namun kelak berbagai kompetisi akan menyaratkan atlet yang telah divaksin,” katanya. Salah satu kegiatan yang telah mensyaratkan pesertanya harus divaksin adalah Boston Marathon.

Kompetisi yang mendapatkan perhatian besar di Tanah Air tahun ini adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun ini. Marciano tegaskan bahwa keselamatan atlet adalah yang utama pada PON XX di Papua. Di sisi lain, keselamatan masyarakat Papua juga tak kalah pentingnya. Oleh karenanya, berbagai upaya penanggulangan Covid-19 seperti vaksinasi didukung oleh KONI Pusat.

Terkait penyelenggaraan PON XX Papua, KONI Pusat masih optimis menggunakan skenario utama PON XX yakni berjalan sesuai jadwal. Adapun jika situasi Covid-19 membaik, PON XX akan digelar normal sedangkan jika kurang baik akan digelar tanpa penonton. Menjelang penyelenggaraannya, perkembangan persiapan PON XX kelak akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo untuk diputuskan.

Saat ini, Marciano tegaskan masih belum memutuskan karena masih mengamati dinamika perkembangan Covid-19. “Januari terlalu dini untuk menentukan”, tegasnya. ***

wwwwww