Home  /  Berita  /  Politik

Minta Yesus Turunkan Bencana di Palangka Raya, Sepasang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Minta Yesus Turunkan Bencana di Palangka Raya, Sepasang Mahasiswa Ditangkap Polisi
Sepasang Mahasiswa di Palangkaraya yang berdoa Minta Yesus turunkan bencana. (Foto: Istimewa)
Minggu, 17 Januari 2021 16:14 WIB
JAKARTA - Sepasang mahasiswa di Kota Palangka Raya harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat gara-gara membuat video seloroh, di mana mereka berdoa meminta diturunkan bencana alam di kota mereka.

Video tersebut viral di media sosial dan mengundang kecaman dari banyak warganet. Apalagi, di saat bencana alam dan musibah menimpa banyak saudara setanah air di mana-mana, mereka masih sempat-sempatnya membuat lelucon yang tidak lucu.

Dalam video tersebut, sepasang mahasiswa itu diduga sengaja membuat rekaman itu. Si perempuan awalnya tersenyum ke arah kamera, sebelum kemudian merekam si laki-laki yang rebahan di atas sofa dan berdoa.

"Tuhan Yesus, aku berdoa, Tuhan, semoga kau turunkan bencana alam di Kota Palangka Raya ini. Biar hancur hangus kayak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang terkena bencana ya, Tuhan," kata si laki-laki sambil cekikikan.

Setelah video itu beredar luas, Polda Kalimantan Tengah lantas menciduk mereka dan memberikan pembinaan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa nama sepasang mahasiswa itu adalah Eko dan Etri.

Ketua Tim Medsos Humas Polda Kalteng, Samsudin mengatakan, pembinaan dilakukan agar masyarakat bisa bijak dalam bermedia sosial.

Sepasang mahasiswa itu mengaku membuat video tersebut sebagai candaan. "Mereka tidak sadar kalau video itu dibagikan oleh saudaranya dan viral," kata Samsudin.

Setelah diperiksa dan dibina, pria bernama Eko dalam video tersebut lantas menyampaikan permohonan maaf kepada publik di media sosial.

Dalam video tersebut ia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, terkhusus kepada warga Kota Palangka Raya serta Kalimantan Selatan.

Selain meminta maaf, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap menerima hukuman jika ingkar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww