Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peras Walikota Tanjungbalai, Penyidik KPK Ditangkap Propam Polri
Peristiwa
10 jam yang lalu
Peras Walikota Tanjungbalai, Penyidik KPK Ditangkap Propam Polri
2
Fadel Muhammad Bahas Penyediaan Vaksin Sputnik dengan Dubes Rusia
Kesehatan
11 jam yang lalu
Fadel Muhammad Bahas Penyediaan Vaksin Sputnik dengan Dubes Rusia
Home  /  Berita  /  Politik

Ketua DPR Berharap Investasi Dapat Kurangi Jumlah Pengangguran saat Pandemi

Ketua DPR Berharap Investasi Dapat Kurangi Jumlah Pengangguran saat Pandemi
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat menerima Surat Presiden RI tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dari Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)
Rabu, 13 Januari 2021 15:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima Surat Presiden RI tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Surat Presiden RI No R-03/Pres/01/2021 itu berisi nama-nama Dewan Pengawas LPI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan surat tersebut kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/1/2021) kemarin.

"Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) merupakan amanat Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker)," ungkap Puan.

Puan menjelaskan, sesuai Pasal 165 UU Ciptaker, pembentukan Lembaga Pengelola Investasi dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi nilai aset secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan.

"Organ Lembaga Pengelola Investasi terdiri atas Dewan Pengawas dan Dewan Direktur. Dewan Pengawas terdiri dari menteri dan unsur profesional yang diangkat oleh Presiden," ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.

Nantinya, menurut Puan, nama-nama yang dikirim Presiden Joko Widodo sebagai Dewan Pengawas LPI akan dikonsultasikan dengan DPR RI. "Dikonsultasikan dengan DPR. Sesuai UU Ciptaker, lembaga ini mulai beroperasi Januari 2021," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan pemerintah akan menyiapkan modal awal sekitar Rp 15 triliun hingga 75 triliun untuk membentuk LPI atau SWF.

Dengan modal awal sebesar itu, Sri Mulyani mengatakan LPI akan mampu menarik atau mengelola investasi yang masuk ke Tanah Air sekitar Rp 225 triliun atau tiga kali lipat dari modal awal.

Adapun Puan berharap nilai investasi sebesar itu dapat menggerakkan perekonomian Indonesia dan menyerap tenaga kerja, khususnya saat masa sulit pandemi sekarang ini. "Dengan menarik dana investasi tiga kali lipat sekitar Rp 225 triliun, tentu akan menggerakkan ekonomi dan mengatasi pengangguran sesuai semangat UU Cipta Kerja," pungkasnya.***

wwwwww