Home  /  Berita  /  GoNews Group

175 KK Tinggal di Kolong Tol Waru-Tanjung Perak Surabaya, Mengaku Tak Pernah Didatangi Risma

175 KK Tinggal di Kolong Tol Waru-Tanjung Perak Surabaya, Mengaku Tak Pernah Didatangi Risma
Kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak, Surabaya dijadikan ratusan tunawisma sebagai tempat tinggal. (jatimnow.com)
Selasa, 05 Januari 2021 09:23 WIB

SURABAYA - Beberapa hari setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharani alias Risma, mengunjungi tunawisma yang tinggal di kolong jembatan Menteng, Jakarta Pusat.

Ternyata, di kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, ada sekitar 175 kepala keluarga (KK) yang berdiam. Namun, mereka tidak pernah dikunjungi Risma saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode.

Dikutip dari jatimnow.com, kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak dekat Kampung 1001 Malam yang dijadikan tempat tinggal oleh 175 KK tunawisma itu masuk dalam kawasan Lasem Baru, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.

Sejumlah keluarga yang tinggal di kolong jalan tol itu terbagi dua, dipisahkan sungai, sehingga untuk menuju ke sana harus menggunakan perahu tambang. Warga menempati kolong jalan tol dan Kampung 1001 Malam itu sejak Tahun 1999.

''Di sini ya akses jalannya begini mas. Apalagi kalau malam. Gelap,'' kata Sigit Santoso alias Mamik, Pengurus Kampung 1001 Malam mengawali ceritanya, Senin (4/1/2021).

Pria berusia 37 tahun itu menegaskan bahwa perkampungan di bawah jalan tol dan Kampung 1001 Malam berbeda. Namun sama-sama berdiri sejak 1999. Dulu, wilayah tersebut hanya dataran dipenuhi ilalang seperti sawah atau orang jawa menyebut tegalan. Tak banyak yang tinggal dan hanya para pemulung. Suasananya juga seram.

''Dulu itu nama kampungnya Tegal. Terus ada salah satu orang yang membantu warga di sini, kemudian dikasih nama Kampung 1001 Malam. Akhirnya terkenal sampai sekarang dengan nama itu,'' jelasnya.

Mamik juga mengatakan bahwa pemukiman ini menjadi satu lahan dengan perkampungan sekitaran Dupak Bandarejo. Namun kondisi tersebut 'pecah' karena dilintasi akses jalan tol.

''Harapan warga di sini ya dapat perhatian dari pemkot. Tapi apa mas, dari dulu sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang ndak ada sama sekali. Apalagi bantuan, ndak ada sama sekali,'' tutur Mamik.

''Pembenahan kampung di sini ya dari warga sendiri. Akses jalan masuk, tempat pembuangan sampah. Semuanya mas,'' tambahnya.

Lantas, apakah Tri Rismaharini (Risma) pernah ke pemukiman warga di bawah kolong tol yang berdampingan dengan Kampung 1001 Malam itu selama menjadi Wali Kota Surabaya, Mamik mengaku belum pernah sama sekali.

Namun dia menyebut yang pernah berkunjung adalah Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) yang kini menjabat Plt Wali Kota Surabaya, menggantikan Risma yang saat ini menjadi Mensos.

''Yang sering itu Pak Wisnu. Hampir tiap tahun. Kegiatannya itu sahur bareng. Tapi sekitar tiga tahun ini ndak ke sini,'' paparnya.

Sementara Khusnul, warga yang menghuni kolong Jalan Tol Waru-Tanjung Perak mengakui hal sama. Katanya, selama hidup puluhan tahun di sana, belum pernah tersentuh pemerintah kota.

''Gak onok mas. Kok ngarepno bantuan. Lak gak nggolek rosokan yo gak mangan (Nggak ada mas. Kok mengharapkan bantuan. Kalau nggak cari rongsokan ya nggak makan),'' ujarnya sambil beranjak pergi.***

Editor:hasan b
Sumber:jatimnow.com
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww