Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tujuh Sasaran Program untuk Anak Terdongkrak, Bappenas Sambut Baik CPAP 2021-2025

Tujuh Sasaran Program untuk Anak Terdongkrak, Bappenas Sambut Baik CPAP 2021-2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa (tengah) dalam konferensi pers akhir tahun Bappenas di Bali, Senin (28/12/2020. (foto: dok. ist./bappenas)
Kamis, 31 Desember 2020 12:20 WIB

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menyatakan, pihaknya menyambut baik kelanjutan program kerjasama dengan United Nations Children's Fund (Unicef) atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Rencana Aksi Program Kerjasama (Country Program Action Plan/CPAP) 2021-2025 senilai 150 juta dolar AS yang baru ditandatangani Indonesia dan Unicef, menurut Soharso, akan membantu mendongkrak capaian pemerintah dalam 7 sasaran terkait anak yang sesuai dengan visi RPJMN 2020-2024.

"Program kerjasama ini akan terus menghasilkan berbagai inovasi yang menjadi daya ungkit dalam percepatan pencapaian target pembangunan," kata Suharso, Kamis (31/12/2020).

Tujuh sasaran tersebut antara lain; 1) mempercepat penurunan stunting bagi anak di bawah usia lima tahun menjadi 14 persen; 2) meningkatkan jumlah rumah tangga yang menggunakan air minum bersih hingga dua kali lipat menjadi 15 persen; 3) mengurangi angka kematian bayi hingga sepertiga, dari 24 menjadi 16 kematian per 1.000 kelahiran hidup; 4) mencapai hingga 90 persen anak berusia 12-23 bulan yang diimunisasi lengkap; 5) meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini dari 63 persen menjadi 72 persen dan mengadopsi inovasi untuk meningkatkan akses dan pembelajaran bagi anak-anak yang paling terpinggirkan; 6) meningkatkan cakupan layanan kesehatan, sosial atau penegakan hukum anak perempuan dan laki-laki yang pernah mengalami kekerasan dari 10 persen menjadi 20 persen; dan 7) mengurangi persentase anak yang hidup dalam kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan moneter nasional dari 11,8 persen menjadi sembilan persen.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, GoNews Group
wwwwww