Home  /  Berita  /  Umum

Politisi Sebut 'Resuffle' Rasa Konvensi 2024, Pengamat Nilai Golkar Tidak Nyaman dengan Sandi

Politisi Sebut Resuffle Rasa Konvensi 2024, Pengamat Nilai Golkar Tidak Nyaman dengan Sandi
Menparekraf RI, Sandiaga Uno usai pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 26 Desember 2020 15:17 WIB

JAKARTA - Sekjen partai Hanura, Gede Pasek Suardika, menyebut bahwa kabinet pemerintahan presiden Jokowi jilid II pasca resuffle Desember 2020 sebagai 'Kabinet Konvensi Capres-Cawapres'.

Nama Prabowo Subianto, Airlangga Hartato, Suharso Manoarfa, Mahfud MD, Tito Karnavian, Budi Gunawan, Erick Thohir, Sandiaga Uno bahkan M. Lutfi dalam kabinet, mengisi tulisan Pasek mengenai konvensi 2024 yang Ia rilis pada Kamis (24/12/2020) lalu itu.

"Ini ide brilian dan cerdik mengingat waktu kepemimpinan Jokowi tinggal 3,5 tahun saja. Konvensi para pembantunya ini membuat Jokowi akan menjadi penentu arah siapa yang akan jadi penggantinya kelak. Sehingga tidak terlalu lelah lagi harus marah atau sibuk mengarahkan dan lainnya, karena mereka sendiri akan berusaha memaksimalkan kerjanya di depan rakyat," tulis Pasek.

Di sisi lain, tulis Pasek, masih ada di luar kabinet yang punya sinar kuat seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil lewat jalur kepala daerah. Ada juga Puan Maharani dan Bambang Soesatyo yang mencoba membangun citra diri dari Senayan. Dan juga AHY yang punya manuver lebih bebas.

Terkait resuffle, berbagai pihak-khususnya unsur partai politik, terpantau menunjukkan reaksi termasuk ucapan selamat. Tapi hingga Sabtu (26/12/2020), ucapan selamat dari Golkar baru terpantau muncul dari wakil ketua umum DPP Golkar bid. Kesra, Hetifah Sjaifudian.

Sementara belum terdengar ucapan selamat lainnya, salah satu pejabat ketua di DPP Golkar Ace Hasan Syadzily diberitakan menantang kinerja Sandi dan menteri baru lainnya.

Dalam lansiran detik.com pada Kamis (24/12/2020), Ace disebut mengenang momen Pilpres 2019 ketika Sandiaga kerap kali 'nyinyir' terhadap program Jokowi-Maruf Amin. Kala itu, saat Ace menjabat jubir Jokowi-Maruf tak memungkiri selalu terlibat debat dengan Sandiaga.

"Sandi yang selalu berdebat dengan saya, saat saya menjadi jubir Jokowi-Kyai Ma'ruf selalu skeptis dan nyinyir terhadap program-program yang ditawarkan presiden Jokowi dengan berbagai SANDIwara-nya, harus membuktikan bahwa dia dapat memulihkan economic tourism yang berkontribusi besar terhadap pendapatan negara," kata Ace.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Golkar tidak nyaman dengan reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi. Ketidaknyamanan itu disebabkan masuknya Sandi dalam kabinet.

"Dengan Sandi masuk kabinet, dinilai memberi karpet merah kepadanya menuju RI 1. Apalagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang banyak bersentuhan dengan masyarakat akan memberi ruang makin besar kepada Sandi untuk menunjukkan potensi diri sesungguhnya," kata Jamil kepada GoNews.co, Sabtu (26/12/2020).

Jika itu yang memang terjadi, menurut Jamil, "bagi Golkar tentu itu menjadi ancaman terhadap kadernya untuk maju pada Pilpres 2024. Suka tidak suka, ketua umum Golkar yang juga duduk di kabinet, sampai saat ini masih kalah populer dengan Sandi,".

"Situasi itu tentu tidak dikehendaki Golkar. Sandi akan semakin dianggap sebagai perintang bagi Ketua Umum Golkar menuju RI 1. Padahal, bagi Golkar tahun 2024 menjadi momentum untuk mengambil alih kekuasaan. Kesempatan itu akan mereka wujudkan dengan cara apapun, termasuk memperkecil peluang Sandi," kata Jamil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Politik, Pemerintahan, Umum
wwwwww