Home  /  Berita  /  Politik

Hidayat Nur Wahid Minta Generasi Muda Teladani Para Pendiri Bangsa

Hidayat Nur Wahid Minta Generasi Muda Teladani Para Pendiri Bangsa
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 25 Desember 2020 15:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, salah satu pelajaran yang bisa diambil dalam setiap sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah pentingnya keteladanan yang dipraktikkan oleh para Bapak Bangsa dan pahlawan-pahlawan negara.

Menurut Hidayat, keteladanan itu dapat dilihat dalam keragaman mereka menghadirkan tunggal ika saat di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Mereka menyepakati Pancasila sebagai dasar negara dalam Panitia 9. Kemudian, kompromi menyelamatkan Pancasila secara final pada 18 Agustus 1945, serta menyepakati konstitusi RI yaitu UUD 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

"Itu adalah keteladanan para negarawan yang dipraktikkan agar dilestarikan, menjadi rujukan oleh generasi penerus," kata Hidayat secara daring saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pengurus Pemuda Pancasila Jakarta Pusat di Jakarta, Selasa (22/12) lalu.

Hidayat melanjutkan para pemimpin tingkat nasional maupun lokal penting menghayati, meneladani, mempraktikkan kembali kenegarawanan para Bapak Bangsa yang telah mewariskan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika yang kemudian disebut sebagai Empat Pilar MPR RI.

Sosok yang karib disapa HNW itu menyatakan salah satu inti dari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah keteladanan dari Bapak Bangsa dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila, UUD 45, menjaga NKRI dan menghidupkan Bineka Tuggal Ika. "Supaya nilai-nilai unggul itu tersegarkan dan tersosialisasikan kepada para pemuda khususnya sebagai generasi pewaris dan pelanjut kepemimpinan di negara ini," jelas HNW.

Karena itu, HNW mengatakan sebelum melaksanakan sosialisasi Empat Pilar kepada masyarakat, MPR terlebih dahulu menyosialisasikan ke anggota legislatif dan eksekutif. "Kami mulai sosialisasi kepada anggota MPR sebelum mereka dilantik. Kami menjelaskan Empat Pilar, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara," paparnya.

Setelah itu, sosialisasi dilanjutkan bekerja sama dengan eksekutif, yakni presiden, menteri hingga para kepala daerah.

"Kami juga sampaikan kepada jajaran pemimpin eksekutif agar mereka juga dapat memberikan keteladanan bagi masyarakat,” ungkapnya.

HNW berharap dengan sosialisasi itu sikap keteladanan tumbuh di diri para pemimpin bangsa. Sehingga dalam praktik penyelenggaraan negara keteladanan itu dapat dihadirkan. "Yang perlu ditunjukkan itu memang keteladanan. Termasuk dalam konteks vaksin Covid-19, sudah sepatutnya presiden memberikan keteladanan dengan kesediaan untuk divaksin pertama kali agar masyarakat percaya bahwa vaksin yang dihadirkan pemerintah memang sudah teruji dan aman," ujarnya.

Lebih lanjut, wakil ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini percaya apabila keteladanan itu diihadirkan para pemimpin sebagaimana dicontohkan para Bapak Bangsa, maka masyarakat dapat percaya sehingga mudah diajak untuk mengikuti atau mencontohnya dengan baik. Apalagi rakyat Indonesia masih kental dengan budaya pathernalismenya sehingga jargon-jargon yang beredar di masyarakat dapat diimplementasikan dengan baik alias tidak sebatas kata- kata.

Misalnya ungkapan 'Saya Pancasila', itu perlu dihayati dengan baik dan komitmen untuk melaksanakan dengan jujur. Dimulai dari para pemimpin, sebagaimana dahulu dicontohkan oleh Bung Karno, Bung Hatta, KH Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, serta yang lainnya," pungkasnya.***

wwwwww