Home  /  Berita  /  GoNews Group
Penabur Online Chess Festival 2020

Eka Putra Wirya: Membuka Peluang Cetak Pecatur Handal

Eka Putra Wirya: Membuka Peluang Cetak Pecatur Handal
Irene Kharisma Sukendar.
Jum'at, 18 Desember 2020 16:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pandemi Covid 19 tidak menyurutkan langkah untuk menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. BPK Penabur bekerja sama dengan PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) mengawali tahun 2021 dengan menyelenggarakan Penabur Online Chess Festival (POCF).

“Turnamen catur online ini akan dilaksanakan selama dua hari, tanggal 9 dan 10 Januari 2021. Rangkaian kegiatannya sudah diawali sejak 12 Desember 2020 dengan Fun with Chess, dengan topik edukasi singkat mengenai catur online serta trial tahap 1. Acara berikutnya pada 19 Desember 2020 adalah Chess Talk. Talkshow yang dilakukan secara online ini akan menghadirkan praktisi pendidikan, praktisi catur, dan psikolog,” ujar Adri Lazuardi SH, Ketua Umum ayasan BPK Penabur.

Online Talkshow bertema The Role of Chess in Modern Education akan menghadirkan GM Utut Adianto (Ketua Umum PB Percasi), Ir. Eka Putra Wirya (Dewan Pembina PB Percasi), Adri Lazuardi S.H (Ketua Umum Yayasan BPK Penabur), Ir. Budijanto Gunawan (Ketua POCF), Etiwati, S.Pd, M.M (praktisi pendidikan), Lisa Karlina (Pengamat Catur/SCUA), WGM Irene Kharisma (Grandmaster wanita Indonesia), dan Agus Gunawan, S.Psi, SE, S.Si. Teol (Karakter). Dalam rangka mempersiapkan POCF, para peserta akan diberikan kesempatan melakukan trial tahap 2 pada Senin, 4 Januari 2021.

Adri Lazuardi menambahkan, “Kami berharap Penabur Online Chess Festival akan memberikan dampak positif bagi yang mengikutinya, terutama para siswa. Karena, catur tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual anak, tetapi juga dapat membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang lebih kuat serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan”.

Sementara bagi PB Percasi, kegiatan turnamen yang melibatkan anak-anak sekolah mulai tingkat dasar (Sekolah Dasar) merupakan hal yang sangat menggembirakan, karena melalui POCF diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit baru di dunia catur, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan catur ke lingkungan sekolah (pendidikan).

“Bila semakin banyak sekolah yang mengikuti jejak BPK Penabur yaitu menyelenggarakan kegiatan seperti ini, maka catur akan menjadi kegiatan pilihan yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga ke depannya lebih terbuka luas untuk mencetak para pecatur handal,” ujar Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB Percasi.

Eka menambahkan pula, apalagi saat ini Federasi Catur Internasional (FIDE) telah melansir bahwa catur memberikan manfaat untuk pendidikan dan kesehatan sehingga sangat tepat bila catur mulai diperkenalkan sejak dini.

Merujuk pada trend negara-negara di ASEAN, Asia, bahkan di tingkat dunia yang terus berlomba menciptakan Grandmaster usia muda, bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya menghasilkan “bibit unggul”, maka memperkenalkan catur melalui sekolah menjadi salah satu cara tepat.

Turnamen catur ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh BPK Penabur. Pada Januari 2019 BPK Penabur telah menyelenggarakan Chess in School Festival yang melibatkan peserta mulai SD, SMP, SLTA juga karyawan sebanyak 333 pecatur. Pada penyelenggaraan Penabur Online Chess Festival 2020 yang diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, SLTA, karyawan , bahkan alumni BPK Pebanur, peserta ditargetkan menembus 1000 orang. Dengan demikian POCF akan menjadi ajang turnamen catur online terbesar pada awal 2021.

Catur adalah permainan yang menarik dan menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi anak-anak. Melalui Catur, anak-anak bisa belajar banyak hal. Setidaknya ada lima hal manfaat dari bermain catur.

Eka Putra Wirya.

Pertama, dalam bermain catur anak-anak akan belajar untuk menyusun strategi dengan baik. Strategi tersebut mengasah memori otak anak untuk mengingat apa yang telah disusun dalam benaknya, berlatih untuk konsentrasi dan fokus dalam bermain. Semakin sering kita mengingat strategi dalam bermain catur, maka semakin terasah kemampuan berlogikanya dan memudahkan anak untuk mengingat . Selain terasah daya logikanya, pada akhirnya anak-anak akan terbiasa bekerja secara sistematis, hal ini sangat berguna untuk mereka implementasikan dalam praktik belajar di sekolah.

Kedua, melalui catur , anak-anak belajar patuh pada peraturan yang berlaku. Para pemain catur tidak bisa menjalankan bidak catur sesuai keinginan mereka, ada pola-pola dan juga aturan-aturan langkah yang harus mereka patuhi. Selain itu, mereka juga belajar menerima kekalahan sekaligus mengevaluasi strategi (belajar dari pengalaman). Latihan semacam ini akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahwa ada kepentingan lain selain dirinya dan dalam bermain catur anak akan memberikan dan menerima apa yang menjadi hak dan kewajiban, pembelajaran seperti ini akan berguna dalam kehidupan seorang anak. Ia belajar berkomunikasi dan berkolaborasi, sungguhpun itu dengan lawan tandingnya.

Ketiga, permainan catur mengajarkan anak-anak menjadi tangguh. Karena catur adalah pemainan satu lawan satu. Dalam catur anak-anak belajar untuk memutuskan sendiri langkah-langkah yang diambil dan menerima konsekuensi dari setiap langkah yang diambil. Mereka belajar untuk berani mengambil keputusan tanpa bantuan orang lain. Dalam praktiknya sebelum ia mengambil sebuah keputusan, anak akan melakukan analisis. Dalam menganalisis situasi diperlukan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Ini praktik pembelajaran nyata yang dapat dilakukan oleh anak dalam permainan catur.

Keempat, catur melatih imajinasi dan kreativitas. Meskipun permainan catur punya jalur sendiri untuk digerakan, Permainan ini membutuhkan imajinasi tentang bagaimana strategi yang akan dipakai, tetapi juga kreatif untuk melihat situasi yang berubah ketika kita memainkannya. Kreativitas menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan anak, melalui catur keterampilan ini diimplementasikan sehingga mereka diharapkan terbiasa untuk melihat dan melakukan dalam kehidupannya baik saat belajar di sekolah maupun dalam masyarakat.

Kelima, permainan catur juga mengajarkan tentang kerja keras, artinya untuk menjadi seorang yang profesional dibutuhkan latihan. Tanpa latihan tidak ada yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam bermain catur. Ketangguhan dibangun dengan dasar ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan. Anak akan terlatih untuk menjadi pribadi yang tangguh dengan pembiasaan, inilah yang akhirnya akan menjadi karakter pribadi seorang anak. Pada akhirnya, dalam permainanan catur terkandung banyak pendidikan dan pembelajaran bagi anak. Bahkan ini menjawab tantangan pendidikan abad 21 yaitu bahwa anak disiapkan memiliki keterampilan yang mencakup personal dan sosial atau yang biasa disebut 4C, Critical Thinking & Problem Solving , Creativity, Collaboration, & Communication.

BPK Penabur sebagai institusi pendidikan berada di 15 kota, mengelola 50.000 siswa yang dilayani oleh 5400 tenaga pendidik dan kependidikan mulai jenjang TK, SD, SMP, SLTA, dan SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama), mengambil langkah strategis untuk mengembangkan olah raga catur dalam kegiatan siswa dengan harapan akan memberikan ruang yang luas bagi para siswa mengasah bakatnya menjadi pecatur-pecatur handal.

Dalam usia 70 tahun, sebagai sebuah lembaga pendidikan apa yang dilakukan BPK Penabur ini merupakan sebuah upaya untuk mengambil bagian mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul sejak dini. Ini bukan mimpi, mari kita mulai. ***

wwwwww