Home  /  Berita  /  Kesehatan

BPOM: Setelah Ada Vaksin, Tetap Harus Menjalankan 3M

BPOM: Setelah Ada Vaksin, Tetap Harus Menjalankan 3M
Juru Bicara Vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Lucia Rizka Andalusia. (int)
Jum'at, 18 Desember 2020 18:18 WIB

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Lucia Rizka Andalusia mengingatkan, vaksin bukan satu-satunya cara memutus rantai penularan virus corona.

Karena itu, tegas Lucia, meski vaksin telah tersedia, masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir dan menjaga jarak (3M).

''Vaksin bukan satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Setelah mendapatkan vaksin tentu kita tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan 3M,'' kata Lucia dalam Seminar Daring Nasional bertajuk "Vaksinasi Covid-19 Negara dan Rakyat Siap?" Jumat (18/12/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Dituturkan Lucia, sejatinya menerapkan protokol kesehatan 3M sangat sederhana. Seharusnya, kata dia, semua pihak sudah paham dan terbiasa karena pandemi telah berjalan lebih kurang 10 bulan.

Lucia menjelaskan alasan mengapa semua orang tetap harus menerapkan protokol kesehatan, meski nantinya vaksin sudah diterima.

Menurutnya, hal ini karena vaksin Covid-19 yang ada merupakan sesuatu yang baru bagi dunia kesehatan.

''Vaksin ini sangat baru, lain dengan vaksin lainnya yang sudah pernah ada dan sudah pernah digunakan puluhan tahun. Sudah punya pengalaman terhadap khasiat dan keamanannya,'' jelasnya.

Meski terbilang baru, tambah dia, vaksin yang sudah melalui berbagai tahapan uji klinik bisa dipastikan mampu membentuk kekebalan tubuh.

Selama vaksin belum selesai uji klinik, Lucia mengingatkan agar masyarakat lebih baik mencegah penularan dengan cara menjalankan protokol kesehatan.

''Kalau bisa ya virusnya jangan masuk dulu. Caranya agar virus tak masuk ya pakai masker dan lainnya,'' imbuh dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Penny Lukito mengklaim aspek keamanan vaksin Covid-19 sudah baik.

Menurutnya, vaksin tersebut sudah memenuhi syarat di sejumlah aspek yang BPOM tetapkan.

''Kalau di aspek mutu itu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada efek samping yang kritikal. Dari aspek keamanan, vaksin Covid-19 sudah baik,'' kata Penny dalam keterangan rilis di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Ia melanjutkan, kini BPOM tengah menunggu aspek efektivitas dari vaksin Covid-19. Adapun analisa yang dilakukan yaitu melalui pengambilan sampel darah dan pengujian di laboratorium.

BPOM akan melihat seberapa besar vaksin tersebut memberikan efektivitas terhadap peningkatan antibodi manusia.

''Ada standarnya harus mencapai angka efektivitas tertentu, sehingga bisa dikatakan bahwa vaksin itu efektif dari segi meningkatkan antibodi, terus kemudian juga kemampuannya untuk menetralisir virus yang masuk ke badan kita,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Nasional, Kesehatan
wwwwww