Home  /  Berita  /  Politik

Ketua MPR Minta KPK Kejar Aset Koruptor di Luar Negeri

Ketua MPR Minta KPK Kejar Aset Koruptor di Luar Negeri
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2020. (Foto: Humas)
Rabu, 16 Desember 2020 20:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dengan keberhasilan Indonesia mencegah dan memberantas korupsi yang tercermin dari kenaikan peringkat Indeks Persepsi Korupsi (CPI). Berdasarkan data CPI 2019 oleh Transparency International Indonesia (TII), skor CPI Indonesia naik dua poin sehingga menempatkan Indonesia pada posisi 85 dari 180 negara dunia.

"Untuk skala Asia, kita berada di posisi ke-20. Masih kalah dari Singapura (skor CPI 4), Hong Kong (skor CPI 16), Jepang (skor CPI 20), bahkan Malaysia (skor CPI 51). Kita hanya lebih baik dibandingkan Vietnam (skor CPI 96), Thailand (skor CPI 101), atau Filipina (skor CPI 113). Menandakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan KPK, kejaksaan, dan kepolisian," ujar Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

Usai menghadiri peringatan puncak Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Bambang Soesatyo atau yang kerap disapa Bamsoet memberikan apresiasi atas kinerja KPK dalam menyelamatkan uang negara yang mencapai Rp 63,8 triliun selama periode 2016-2019.

Lebih lanjut, di semester I 2020, bidang pencegahan KPK disebutkan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp 10,4 triliun. Tidak hanya itu, lewat program peningkatan Penerimaan Asli Daerah (PAD), KPK juga mampu menambahkan pendapatan daerah hingga Rp 80,1 triliun.

"Fokus KPK mengedepankan aspek pencegahan patut didukung. Berdasarkan laporan Transparansi Internasional Indonesia, selama ini uang rakyat dalam praktek APBN dan APBD menguap sekitar 30-40 persen oleh perilaku korupsi. Modus operandi korupsi yang paling banyak, sebesar 70 persennya pada pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah," paparnya.

Ketua MPR RI ke-20 ini menambahkan selain melakukan pencegahan dan penindakan, KPK juga harus gencar melakukan perburuan aset tindak pidana korupsi yang disimpan di luar negeri. Salah satunya dengan memanfaatkan langkah pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

"Bank Dunia menekankan bahwa pengembalian aset tindak pidana korupsi sangat penting bagi pembangunan negara berkembang. Setiap USD 100 juta hasil korupsi yang bisa dikembalikan, setidaknya dapat membangun 240 kilometer jalan, mengimunisasi 4 juta bayi dan memberikan air bersih bagi 250 ribu rumah," pungkas Bamsoet.

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2020 diselenggarakan secara fisik dan virtual di Gedung Penunjang KPK. Dalam acara tersebut, turut hadir Presiden RI Joko Widodo, Menkopolhukam Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno secara virtual dari Istana Merdeka, Ketua Mahkamah Agung Syafrudin, KSP Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa serta Kabareskrim Komjen Pol Sigit Sulistio hadir secara fisik.***

wwwwww