Home  /  Berita  /  Hukum

Kasus 6 Laskar FPI Tewas di Tangan Polisi, Pengamat: Pemerintah harus Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

Kasus 6 Laskar FPI Tewas di Tangan Polisi, Pengamat: Pemerintah harus Bentuk Tim Pencari Fakta Independen
Ilustrasi penembekan. (Foto: Internet)
Selasa, 08 Desember 2020 15:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait penembakan terhadap 6 laskar pengawal Habib Riziq Shihab oleh Kepolisian pada Senin (07/12/2020), Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi meminta semua pihak menahan diri.

Hal tersebut perlu dilakukan agar suasana tetap kondusif dan tidak ada pihak-pihak yang terpancing untuk melakukan aksi- aksi yang bisa menimbulkan gangguan kemanan.

"Saat ini saya pikir semua pihak harus menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi," ujar Bin Firman saat dihubungi GoNews.co, Selasa (8/12/2020).

Selain itu menurut Bin Firman, Pemerintah juga harus membentuk tim pencari fakta independen untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kenapa tim pencari fakta harus independen, karena situasi saat ini, masyarakat umum kurang mempercayai kedua belah pihak baik Polisi maupun FPI sendiri. Karena keduanya memiliki versi dan bantahan masing-masing," tandasnya.

Tim tersebut kata Dia, harus benar-benar diisi orang-orang yang tidak punya kepentingan dengan Polisi maupun FPI. "Disinilah pentingnya tim independen yang terdiri dari orang-orang yang memiliki intergitas terhadap penegakan hukum dan HAM di negeri ini," tukasnya.

Hal tersebut perlu dilakukan agar suasana tetap kondusif dan tidak ada pihak-pihak yang terpancing untuk melakukan aksi- aksi yang bisa menimbulkan gangguan kemanan.

"Saat ini saya pikir semua pihak harus menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi," ujar Bin Firman.

Hal senada juga diungkapkan Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago. Menurutnya saat ini baik FPI maupun polisi tidak saling mengklaim paling benar. "Publik sudah bosan dengan kegaduhan, publik ingin keduanya baik FPI dan polisi memberikan pernyataan yang adem tanpa saling sprang," tandasnya.

Untuk itu, menurutnya, sudah saatnya para tokoh agama dan tokoh politik ikut memberikan penjelasan ke publik agar menunggu proses hukum yang sedang berjalan dan tidak termakan opini-opini yang bisa menyulut kemarahan publik.

"Yang diperlukan saat ini adalah menangkal segala ajakan dari orang-orang yang sengaja ingin negara kita ini gaduh," paparnya.

***

Kategori:Peristiwa, Hukum
wwwwww