Home  /  Berita  /  Feature

Kisah Mualaf Derbeshyr, Bersyahadat Setelah Baca Biografi Nabi Muhammad

Kisah Mualaf Derbeshyr, Bersyahadat Setelah Baca Biografi Nabi Muhammad
Ilustrasi pria Muslim berdoa. (int)
Senin, 07 Desember 2020 07:25 WIB

LONDON - Membaca buku yang tanpa sengaja dijatuhkannya di toko buku, menjadi jalan bagi Derbeshyr mengenal Islam dan akhirnya memutuskan bersyahadat (menjadi mualaf). Berikut kisahnya.

Derbeshyr dilahirkan dan dibesarkan di Inggris. Saat remaja, setiap akhir pekan dia selalu pergi ke bar untuk minum-minum dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun gaya hidupnya berubah sepulangnya dari berlibur.

Perubahan itu bukan karena pengalaman saat berlibur, melainkan sebuah buku yang dibacanya lima tahun sebelumnya, ketika dia berlibur ke Yunani.

Untuk mengisi waktu luang saat berlibur, Derbeshyr memutuskan membawa beberapa buku untuk dibaca di bandara, atau ketika bersantai di sisi kolam renang.

Sebelum berangkat dia mengunjungi toko buku WHSmith. Dia mengambil beberapa buku bagus yang bisa dibacanya, namun setelah lama mencari dia tidak menemukan buku yang cocok.

''Saya tidak dapat menemukan apa pun. Namun ransel yang saya pakai menabrak rak buku ketika saya ingin berbalik untuk meninggalkan toko buku semua buku di rak tersebut pun terjatuh,'' ujar dia, seperti dikutip dari ihram.co.id yang melansir di aboutislam.net.

Tidak ingin terlihat canggung dia segera merapikan buku. Ternyata buku yang berjatuhan itu memiliki judul yang sama ditulis oleh penulis barat Barnaby Rogerson. Yusuf pun memperhatikan lebih teliti dan keingintahuannya muncul.

Buku tersebut merupakan biografi Nabi Muhammad yang ditulis menggunakan bahasa Inggris. Yusuf kemudian mulai membaca halaman pertama tentang profil Nabi Muhammad.

Dia merasa semakin dibaca buku itu semakin menarik. Setelah membaca halaman kedua, dia memutuskan untuk membelinya dan membawanya berlibur.

Setelah menamatkan satu buku selama liburan, dia berpikir untuk mencari tahu lebih banyak tentang Nabi Muhammad. Dia memutuskan untuk kembali ke negara asalnya.

Sekembalinya dari Yunani, tempatnya berlibur, dia kemudian mencari masjid di tempat tinggalnya. Dia kemudian berbicara dengan pengurus masjid dan mengutarakan niatnya untuk mempelajari Islam.

Derbeshyr yang tidak menyebutkan lokasi masjid dan nama imamnya mendengarkan penjelasan imam masjid. Menurut imam masjid sejujurnya jalan terbaik untuk memahami Islam adalah dengan menjadi Muslim.

Tanpa berpikir dua kali, dia memutuskan untuk langsung mengikrarkan syahadat dan menambahkan Yusuf pada awal namanya.

Semangatnya sangat tinggi sejak menjadi Muslim. Sejak awal,dia mengenal Islam karena mempelajari Biografi Nabi Muhammad, sehingga ketika menjadi Muslim dia banyak membaca mengenai kisah sahabat Nabi. Setelah banyak membaca kisah sahabat, Yusuf merasa ada kesamaan jalan hidup dengan salah seorang sahabat Nabi.

Terkesan dengan Paman Nabi, Hamzah

Sahabat Nabi seluruhnya merupakan mualaf di awal memeluk Islam. Sehingga menurut dia bisa jadi ada beberapa kesamaan kisah hidup dengan sahabat Nabi ini.

''Dan, saya merasakan adanya kesamaan dengan Hamzah, seorang tentara Muslim,'' jelas dia.

Sebelum menjadi Muslim, Hamzah sering minum minuman keras dan hidup yang keras, serta ia sangat menikmati hidupnya. Ternyata, dia lebih menikmati hidupnya setelah ia menjadi seorang Muslim.

''Saya sangat memiliki kesamaan dengannya, dan merasa ada hubungan di antara kita,'' tutur dia.

Kesan Yusuf kepada Hamzah selalu tersimpan di hatinya. Sehingga dia merasa rindu ingin berziarah, napak tilas dimana Hamzah memperjuangkan Islam. Yusuf pun memutuskan untuk berhaji.

Dia kemudian berziarah mendatangi tempat terjadinya Perang Uhud. Ketika itulah dia merasakan dorongan emosional yang kuat.

Ketika turun dari bus dan berjalan, rasanya seperti sedang berjalan melalui ketenangan. Dia merasa sangat emosional, dan air mata mengalir di wajahnya tana henti.

Dia memutuskan untuk terus berjalan, dan ketika turun di jalanan berpasir, merasakan kesedihannya sirna. Aneh menurutnya, tetapi, dia terus berjalan menuju pemakaman.

''Aku berdoa untuk para tentara saat Perang Uhud, termasuk untuk Hamzah. Ketika berjalan pulang melintasi jalanan berpasir, perasaan itu muncul lagi. Saya hanya bisa menangis. Seseorang bertanya kepada saya, 'ada apa?' Dan saya menumpahkan isi hati kepada pembimbing rombongan,'' jelas dia.

Dia mengatakan, ''Ketika Nabi kami tahu apa yang terjadi kepada pamannya ia menangis, dan hanya menangis dan menangis.''

Saat Perang Uhud berakhir, pasukan Quraisy pulang ke Makkah, lalu beliau menyuruh para sahabatnya untuk mengumpulkan syuhada yang gugur di medan perang tersebut. Salah satu dari para syuhada adalah paman Nabi sendiri, Hamzah.

Para sahabat menemukan jasad Hamzah dengan kondisi mengenaskan. Rasulullah SAW melihatnya, dan beliau menangis sedih dengan kondisi pamannya tersebut.

Hamzah meninggal dalam kondisi perut berlubang ditembus lembing milik Wahsyi dan dadanya terkoyak lebar disobek pisau milik Hindun yang kemudian memakan jantungnya dan memuntahkannya lagi.

Saya berkata, ''Saya merasa di sini, di dada saya, untuk Hamzah dan saya merasa terpukul dan terharu sepenuhnya.''

Sepulangnya dari berhaji dia menceritakan pengalamannya kepada istrinya. Saat itu istrinya sedang hamil.

Jika anak yang lahir seorang laki-laki dia ingin memberi nama anaknya dengan nama Hamzah. Rupanya mereka mendapatkan seorang gadis kecil.

Sebelum memberi nama putrinya dia mencarinya di internet nama wanita yang terkait dengan Hamzah. Sehingga dia bisa memberikan nama putrinya dengan nama wanita itu.

''Sayang, saya tidak bisa menemukan sesuatu. Istri saya mengatakan 'Tanyakan ibumu'. Jadi saya bertanya pada ibuku dan ibuku mulai mencari,'' jelas dia.

Beberapa hari kemudian, dia bilang dia mencari melalui internet dan menemukan tiga nama untuknya. Yang paling mereka suka adalah Safiyya. Jadi Yusuf berpikir untuk memberi nama anaknya Safiyya tanpa mengetahui kisah di balik nama itu.

Yusuf kembali emosional setelah mengetahuu kisah Safiyya. Beberapa bulan kemudian dia kembali membaca buku tentang kisah setelah Uhud.

Di lembar awal, buku itu hanya menceritakan tentang proses kematian dan penguburan para tentara Muslim dan Hamzah sendiri. Kemudian buku itu mulai berbicara tentang adik Hamzah yang datang dengan dua potong kain. Dan, nama adik Hamzah itu adalah Safiyya.***

Editor:hasan b
Sumber:ihram.co.id
Kategori:Feature
GoSumbar.com Kisah Mualaf Pemuda Toraja, Yakini Kebenaran Islam Setelah Membaca Asmaul Husna
GoSumbar.com Maria Helsa Bersyahadat Setelah 3 Malam Mimpi Seseorang Memanggilnya Raihan
GoSumbar.com Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
GoSumbar.com Kisah Mualaf Vanni, Pertanyaannya Tentang Iman Terjawab Setelah Baca Buku Christ in Islam
GoSumbar.com Sempat Tak Dianggap Anak karena Nakal, Ibunya Sangat Bersyukur Setelah Wendi Lofu Mualaf
GoSumbar.com Kisah Mualaf Katrin, Bersyahadat Setelah 10 Tahun Dengar Lantunan Bacaan Ayat-ayat Alquran
GoSumbar.com Kisah Jablah, Setelah Mualaf, Murtad Lagi Usai Menunaikan Ibadah Haji
GoSumbar.com Kisah Mualaf Profesor Matematika, Bersyahadat Setelah Baca Surat Az-Zariyat Ayat 52-53
GoSumbar.com Mantan Tentara AS Ini jadi Mualaf Gara-gara Kepincut dengan Fotografer Wanita Indonesia
GoSumbar.com Kisah Mualaf Santiago, Pria Tampan Asal Ekuador yang Bersyahadat di Bandung karena Kumandang Azan
GoSumbar.com Kisah Mualaf Ornella, Mahasiswi Teknik Sipil yang Bersyahadat Setelah Baca Buku Rahmatan Lil Alamin
GoSumbar.com Kisah Mualaf Caroline, Pekerja Bar yang Bersyahadat Saat Pandemi Corona, Kini Jadi Penjahit Jilbab
GoSumbar.com Kisah Karima Menjadi Muslimah, Bermula dari Tugas Kelompok Meneliti Perayaan Idul Adha
GoSumbar.com Kisah Natalia Iriani, Bersyahadat Setelah Mantap Meyakini Nabi Isa Hanyalah Utusan Allah
GoSumbar.com Kisah Mualaf Jaksa Farai Museta, Bermula dari Guru Ateis yang Mendorongnya Berpikir Kritis
GoSumbar.com Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
GoSumbar.com Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
GoSumbar.com Kisah Greta, Bersyahadat di Usia Senja Setelah Saksikan Putrinya Sujud
wwwwww