Home  /  Berita  /  Politik

Kembali ke Desa, Alternatif Pasca Pandemi Covid-19

Kembali ke Desa, Alternatif Pasca Pandemi Covid-19
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat panen raya di Cianjur. (Foto: MPR)
Rabu, 02 Desember 2020 16:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan dan kesejahteraan seluruh umat manusia di dunia, termasuk Indonesia.

Bamsoet panggilan akrabnya mencontohkan, dulu orang yang elalu mengenakan cadar atau masker pasti dipandang aneh. Tetapi kini, masker harus dipakai setiap orang agar tidak menularkan atau tertular Covid-19.

Dulu, kata Bamsoet orang tidak bisa membayangkan, bagaimana harus bekerja dari rumah. Tapi kini, kerja dari rumah sudah menjadi kebiasaan untuk menghindari kerumunan. Demikian juga saat pulang kerja. Dulu banyak yang mengambil kesempatan untuk bertemu kawan semberi minum kopi sekedar happy time, tapi kini kesenangan tersebut harus dilupakan.

"Semua mengalami perubahan, merasakan penurunan kinerja. Beruntung bagi yang memiliki televisi berjejaring internet, laptop dan hp canggih, mereka masih bisa bekerja dari rumah. Tetapi tidak semua orang merasakan keberuntungan itu. Dan itu bisa berimbas pada pekerjaan dan penghasilan mereka.

Menurut Wakil Ketua Kadin itu, Pandemi Covid 19 sudah membuat 6,4 juta orang kehilangan lapangan kerja pada bulan Oktober. "Jumlah tersebut diperkirakan tembus menjadi 12 juta pada Desember ini," kata Bamsoet.

Pernyataan itu disampaikan Bambang Soesatyo dalam Diskusi Empar Pilar, kerjasama Humas MPR dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Media Center MPR/DPR RI Rabu (2/12/2020).

Diskusi dengan tema Mengoptimalkan SDM Di Masa Pandemi, itu juga menghadirkan nara sumber Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.

Sebagian pengangguran yang muncul selama Pandemi, kata Ketua DPR RI ke 20, itu berusaha mengubah jalan hidupnya dengan berwiraswasta. Ada yang terjun di dunia kuliner dan banyak pula yang jadi pengusaha kerajinan. Mereka menfoto barang-barang antik, lalu menguploadnya di media sosial menjaring konsumen dari luar negeri.

"Barangkali, inilah cara Tuhan mengubah jalan hidup mereka dari karyawan menjadi pengusaha. Buktinya, banyak juga diantara mereka yang berhasil menjalankan usaha barunya," kata Bamsoet menambahkan.

Sembari menunggu keluarnya vaksin Covid-19, menurut Bamsoet ada baiknya masyarakat membuka kemungkinan untuk mencari pekerjaan dan penghasilan di desa. Apalagi, selama Pandemi, lalulintas pangan antar negara terkendala oleh protokol kesehatan.

"Indonesia merupakan satu diantara lima negara yang diyakini mampu memproduksi pangan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi negara-negara lain di dunia. Ini menjadi kabar baik bagi bangsa Indonesia, apalagi kita memang memiliki potensi pertanian yang sangat besar," tandasnya.

Sependapat dengan Ketua MPR, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy mengatakan, Covid-19 merupakan cobaan yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia.

Karena itu masyarakat diharapkan tabah, apalagi cobaan akan membuat manusia lebih maju dari sebelumnya. "Manusia bisa maju jika berhasil menghadapi kesulitan, karena itu pandemi Covid 19 harus menjadi momentum untuk manusia Indonesia mencapai kemajuannya," katanya.

Mantan Mendikbud itu menyebut, mengukur pengaruh pandemi terhadap Sumber Daya Manusia, tidak mudah. Tidak semudah seperti mengukur pengaruh pandemi terhadap sektor ekonomi.

"Gejolak bidang ekonomi itu mudah diukur, misalnya saja dari pasar saham. Tapi mengukur pengaruh pandemi terhadap Sumber Daya Manusia sangat sulit, bahkan tidak bisa diukur. Misalnya, sekarang tidak ada drop out. Bagaimana mau bilang tidak ada drop out, karena nyatanya tidak ada sekolah," pungkasnya.***

wwwwww