Home  /  Berita  /  Peristiwa

Ratusan Orang Geruduk Rumah Menkopolhukam, Pendemo: Mahfud Jangan Ngumpet, Temui Kami

Ratusan Orang Geruduk Rumah Menkopolhukam, Pendemo: Mahfud Jangan Ngumpet, Temui Kami
Ratusan orang mengeruduk rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (1/12/2020). (kompas.com)
Selasa, 01 Desember 2020 17:42 WIB

PAMEKASAN - Ratusan orang, menggeruduk (mendatangi) rumah Menkopolhukam Mahfud MD di di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (1/12/2020).

Dikutip dari Kompas.com, massa mendatangi rumah Mahfud MD menggunakan mobil bak terbuka, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Massa terlihat berteriak-teriak di depan rumah yang kini ditempati ibunda Mahfud MD itu. Mereka meminta penghuni rumah keluar untuk menemui massa.

Bahkan, sebagian massa ada yang mendorong pagar rumah.

''Kalau sama-sama orang Madura, Mahfud tolong keluar. Jangan ngumpet dan temui kami,'' teriak salah satu peserta aksi di depan rumah.

Salah satu peserta aksi juga berteriak agar massa tak membuat keributan.

''Tolong jangan membuat kerusakan,'' kata peserta aksi lainnya.

Salah satu tetangga Mahfud MD, Halili mengatakan, aksi itu berlangsung singkat, hanya sekitar 5 menit. Massa tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurutnya, ada juga massa yang datang dengan berjalan kaki. Rata-rata, massa mengenakan sarung, memakai kopiah atau sorban.

''Sekitar 200 orang lebih yang demo. Kendaraan mereka diparkir di pinggir jalan. Panjangnya kira-kira 100 meter memanjang ke timur,'' kata Halili di lokasi, Selasa.

Halili dan tetangga lainnya tak berani mendekati massa. Justru, warga ketakutan karena massa datang tiba-tiba.

''aya mau mengantar anak ke madrasah tidak jadi. Takut ada keributan. Aksi mereka kurang lebih lima menit,'' imbuh Halili.

Sementara itu, Ketua RT 5, RW 3, Kelurahan Bugih, Slamet menambahkan, rumah itu biasanya ditempati ibunda Mahfud bersama perawatnya. Hari ini, rumah itu sedang kosong.

''Rumah itu saat ini kosong. Tapi setiap hari dijaga antara tiga sampai enam polisi berbaju preman,'' ungkap Slamet.

Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar enggan berkomentar saat diwawancara usai aksi di lokasi kejadian. Pria yang baru tiga bulan di Pamekasan ini langsung menaiki mobil dinasnya dan pergi.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Peristiwa
wwwwww