Home  /  Berita  /  Politik

RI Diminta Contoh Jepang Agar Budaya Lokal Tak Digerogoti Budaya Asing

RI Diminta Contoh Jepang Agar Budaya Lokal Tak Digerogoti Budaya Asing
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Kamis, 26 November 2020 16:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kemudahan mengakses informasi melalui jejaring internet dan media sosial membuka keran masuknya budaya asing ke Indonesia. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan infiltrasi nilai-nilai budaya asing yang tidak terbendung dapat menggerogoti perkembangan budaya nusantara.

Salah satu bukti pengaruh buruk infiltrasi budaya asing, ulas perempuan yang disapa Rerie, yakni terkikisnya nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia yang menjadi ciri dan kepribadian bangsa Indonesia. Termasuk di antaranya sikap gotong royong dan kekeluargaan.

Hal itu dikemukakan Lestari saat menjadi pembicara kunci pada acara Focus Group Discussion 'Pemahaman Nilai Penting Warisan Budaya Dalam Penguatan Kebangsaan' di Jakarta, Rabu (25/11).

"Kegiatan gotong royong yang dulu selalu dilakukan masyarakat, saat ini semakin sulit ditemukan. Sebagai ganti adalah munculnya sikap individualisme dan hidup sendiri-sendiri," ungkap wanita yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Kamis (26/11/2020).

Rerie menjabarkan pengaruh buruk infiltrasi nilai-nilai asing dapat diantisipasi dengan penguatan budaya lokal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui jalur pendidikan, baik formal maupun non formal.

"Kalau kita kuat, seberapapun pengaruh asing yang masuk, tidak akan berpengaruh terhadap budaya lokal. Seperti Bangsa Jepang mampu mempertahankan budayanya sendiri, meski modernisme di negara itu bertiup sangat kencang," imbuh Rerie.

Rerie berharap rakyat Indonesia bisa mencontoh konsistensi Jepang melestarikan kearifan lokalnya. Terlebih, Indonesia memiliki kearifan lokal sangat beragam yang dapat memberi keuntungan bagi bangsa Indonesia jika dikelola dengan baik.

Sebagai informasi, ada lima pembicara dalam FGD 'Pemahaman Nilai Penting Warisan Budaya Dalam Penguatan Kebangsaan'. Ada Arkeolog dan Pakar Cagar Budaya Prof. Mundardjito, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, Arkeolog Dr. Supratikno Raharjo, Antropolog Soraya Arif, serta Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Drs. Fitra Arda M. Hum.***

wwwwww