Home  /  Berita  /  Kesehatan

Waspadai Serangan Jantung Mendadak, Ini 5 Pemicunya

Waspadai Serangan Jantung Mendadak, Ini 5 Pemicunya
Legenda Timnas Ricky Yacob meninggal dunia setelah kena serangan jantung mendadak. (kompas.com)
Sabtu, 21 November 2020 14:27 WIB

JAKARTA - Legenda Tim Nasional (Timnas) sepakbola Ricky Yacob meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Dikutip dari Detik.com, mantan striker andalan Timnas itu dilarikan ke RS Mintoharjo setelah terkena serangan jantung mendadak saat bermain sepakbola di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta Pusat.

''Habis cetak gol mau selebrasi, terus jatuh kena serangan jantung,'' ujar rekan almarhum, Lody Hutabarat, melalui grup WhatsApp.

Serangan jantung adalah kondisi ketika aliran pembuluh darah ke jantung mengalami gangguan yang biasanya disebabkan adanya pembekuan atau darah yang menggumpal sehingga menyumbat jantung. Kondisi serangan jantung yang tidak tertangani bisa mengakibatkan jantung berhenti.

Beberapa faktor yang berisiko memperbesar kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung adalah hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok dan diabetes.

Dikutip dari Detik.com yang melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa pemicu serangan jantung mendadak:

1. Aktivitas fisik terlalu intens

Peneliti dari Harvard Medical School menyebut aktivitas fisik yang terlalu intens seperti mengangkat benda berat, olahraga intens, dan aktivitas semacamnya dapat memicu serangan jantung mendadak pada seseorang yang sudah memiliki faktor risiko. Hanya saja, perlu dicatat bahwa bukan berarti mereka yang memiliki masalah jantung tak boleh berolahraga sama sekali.

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga disebut bisa memicu serangan jantung. Satu studi melaporkan orang yang kurang tidur kurang dari enam jam sehari dua kali berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tidur 6-8 jam sehari.

Hal ini diduga karena kurang tidur bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah yang berujung pada peradangan yang tak baik untuk jantung.

3. Makan berlebihan

Kebanyakan makan terlebih jika makanannya terlalu berat dan penuh lemak juga karbohidrat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak. Menurut Harvard Medical School, penyebabnya karena darah bisa menggumpal sehingga detak jantung meningkat.

4. Cuaca

Studi yang dipublikasi dalam pertemuan ke-37 Heart Rhythm Society menyebut cuaca dingin lebih berisiko picu serangan jantung. Peneliti belum bisa memastikan apa penyebabnya.

Dugaan sementara kemungkinan bisa karena meningkatnya risiko infeksi akibat perubahan daya tahan tubuh, perbedaan keseimbangan cairan tubuh, dan perubahan pada faktor lingkungan polusi udara yang terjadi pada musim dingin.

5. Terlalu emosi

Terlalu emosi baik itu karena gembira atau marah bisa jadi pemicu serangan jantung mendadak. Dua studi besar menyebut luapan amarah dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak antara 9-14 kali lipat dalam periode waktu dua jam.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww