Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
2
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
Olahraga
19 jam yang lalu
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
3
Hanya Ada Satu Target Prastawa
Olahraga
19 jam yang lalu
Hanya Ada Satu Target Prastawa
4
'Hari Kemenangan', LaNyalla dan OSO 'Ngobrol' soal Amandemen
Politik
23 jam yang lalu
Hari Kemenangan, LaNyalla dan OSO Ngobrol soal Amandemen
5
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
Olahraga
18 jam yang lalu
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
6
Reza Guntara Merasa Permainannya Belum Stabil
Olahraga
18 jam yang lalu
Reza Guntara Merasa Permainannya Belum Stabil
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kepala BP2MI Ancam Beri Sanksi Tegas Jika Ada ASN yang Tak Akui Ideologi Pancasila

Kepala BP2MI Ancam Beri Sanksi Tegas Jika Ada ASN yang Tak Akui Ideologi Pancasila
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. (Foto: Humas)
Sabtu, 14 November 2020 22:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SEMARANG - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menekankan pentingnya ideologi Pancasila Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Hal itu diungkapkan Benny dalam rangkaian Migrant Day saat di UPT BP2MI Semarang, Jumat (13/11/2020).

"Pentingnya ideologi Pancasila harus dipahami seluruh pegawai dan jajaran BP2MI. Kita telah menandatangani fakta Integritas kesetiaan tersebut pada tanggal 13 Agustus 2020," ujar Benny.

Benny mengatakan, kesetiaan tersebut tertuang dalam deklarasi Pernyataan Kesetiaan terhadap Ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang telah ditandatangani oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) BP2MI dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPN) pada 13 Agustus lalu.

"Ideologi Pancasila hasil pergumulan tokoh-tokoh besar seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya. Jika ada pegawai memiliki paham selain Pancasila segera laporkan saya. Bisa saya paksa untuk berhenti dari pegawai," jelasnya.

Benny menegaskan, Dirinya tidak ingin memberikan ruangan kepada siapapun, untuk menggantikan ideologi Pancasila. Ia juga tak ingin ada gerakan yang menggantikan ideologi Pancasila dengan jalan politik, agama yang dijadikan topeng dan jubah.

"Kebijakan yang memiliki keberpihakan harus hadir di tengah kita. Karena Itu berikan pelayanan yang murni dan lahir dari hati nurani kita. Jika siap mari kita bekerja berlari, jika tidak siap silahkan menyatakan pengunduran diri. Jangan sia-siakan rakyat karena semua Itu bersumber dari Rakyat." tegasnya.***

wwwwww