Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pelaksanaan Mukernas Pertina Virtual Dinilai Amburadul.

Pelaksanaan Mukernas Pertina Virtual Dinilai Amburadul.
Para pesert MUkernas Pertina Virtual
Kamis, 12 November 2020 19:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pertina yang digelar secara virtual, Kamis (12/11/2020) dinilai amburadul. Pasalnya, jadwal pelaksanaan molor lebih dari 2 jam dan adanya tindakan panitia mematikan mikropon saat peserta menyampaikan pendapat.

"Pelaksanaan Mukernas Pertina virtual bukan hanya tidak siap tapi terkesan amburadul. Sudah jadwalnya molor ditambah lagi adanya mikropon yang dimatikan saat peserta berbicara," kata Sekretaris Pengprov Pertina Sulawesi Selatan (Sulsel), Adam Taka Simanjuntak yang ditemui di Hotel Arya Duta Jakarta. 

Penilaian yang sama juga disampaikan Sekretaris Pengprov Pertina Aceh, Syarkawi Yuzan. "Kita hadir di Mukernas untuk berbicara malah mikropon sesukanya dimatikan. Keputusan yang diambil juga dilakukan secara sepihak tanpa menyampaikan materi kepada peserta," timpalnya. 

Sekretaris Pengprov Kalimantan Barat, Ramli Ramlan menyesalkan terjadinya hal yang tidak mengenakkan dalam pelaksanaan Mukernas Pertina tersebut. "Harusnya pelaksanaan Mukernas ini dijalankan secara benar karena dipantau langsung oleh Bidang Organisasi KONI Pusat. Ini kan bisa menjadi catatan tersendiri," katanya.

Adam yang memegang mandat sebagai peserta Mukernas virtual hadir bersama utusan 19 Pengprov Pertina lainnya.  Mereka berharap Mukernas ini menentukan jadwal dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Pertina. 

Kepastian pelakaanaan Munas Pertina itu, kata Adam, sangat penting. Sebab, pada Rakernas di Cisarua Bogor Desember 2019 sudah ditetapkan pelaksanaan Munas Pertina 2-3 Mei 2020. Namun, PP Pertina memundurkan jadwalnya menjadi 5-6 Agustus 2020 dengan alasan pandemo Covid 19. 

Rencana ini pun, kata Adam, bukan hanya batal tetapi PP Pertina di bawah kepemimpinan Irjen Pol Jhony Asadoma meminta perpanjangan masa kepengurusan kepada KONI Pusat hingga 23 Desember 2020.  "Mukernas Pertina ini harus menetapkan Munas. Soal jadwal dan tempat pelaksanaan harusnya diserahkan kepada peserta," kata Brigjen TNI (Purn), Sofyan Botutihe yang berharap tinju Indonesia kembali berjaya melahirkan juara Asia dan perempat finalis Olimpiade seperti Ferry Moniaga, Albert Papilaya, La Paena Masara dan peraih emas Asian Games Beijing 1990, Pino Bahari dan lain-lainnya.  ***

wwwwww