Home  /  Berita  /  Politik

Johan Dorong Asosiasi Pengusaha Hortikultura Komit Perhatikan Nasib Petani

Johan Dorong Asosiasi Pengusaha Hortikultura Komit Perhatikan Nasib Petani
Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan. (Foto: Istimewa)
Rabu, 11 November 2020 17:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, mendorong para pengusaha yang tergabung dalam berbagai asosiasi dapat berperan aktif serta mendukung agar Indonesia bisa menjadi juara produk hortikultura.

Demikian diungkapkan Johan saat menyampaikan pandangannya terkait permasalahan ekspor dan impor produk hortikultura dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IV DPR RI Bersama Pengurus KADIN serta beberapa asosiasi pengusaha dan petani hortikultura, Rabu (11/11/2020) di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senayan Jakarta. 

"Para pengusaha harus punya kepedulian dalam kegiatan bisnisnya, agar turut berperan menjadikan Indonesia memiliki keunggulan dan daya saing hortikulura," ujar Johan.

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini meminta para pengusaha agar tetap memperhatikan nasib petani dalam proses tata niaga hortikultura, karena Johan merasa sangat prihatin dengan kondisi petani di lapangan, seringkali produk yang dihasilkan petani tidak bisa diserap oleh pasar dan dihargai dengan harga yang murah dan menyebabkan nasib petani sangat memprihatinkan.

"Padahal sektor pertanian terus tumbuh positif namun tidak berdampak pada perbaikan nasib petani. Saya berharap setiap pengusaha punya komitmen kuat untuk membantu petani dan peduli dengan nasib petani saat ini," tandasnya.

Legislator dari dapil NTB 1 ini juga mengimbau agar seluruh asosiasi pengusaha turut mendukung paradigma membangun kemandirian produksi dalam negeri, terutama produk hortikultura karena potensi kita sangat besar dan menjadi tanggung jawab kita Bersama untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri dan daya saing hortikultura di pasaran internasional, urai Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini menandaskan agar setiap pengusaha berkomitmen dengan kewajiban wajib tanam sesuai RIPH nya masing-masing dan dalam pelaksanaannya Johan mendukung berjalannya kebijakan ekspor impor yang transparan dan akuntabel dalam pengaturan dan penetapan RIPH untuk mengurangi terjadinya penyimpangan dan pungutan liar. "Harus ada komitmen Bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan petani untuk memajukan produk hortikultura kita sebagai juara dan bisa memperbaiki kesejahteraan petani kita," tutup Johan.***

wwwwww