Home  /  Berita  /  Politik

Berkat Jasa Pahlawan, Gus Jazil Sebut Indonesia Bagaikan Sepotong Surga yang Diturunkan ke Bumi

Berkat Jasa Pahlawan, Gus Jazil Sebut Indonesia Bagaikan Sepotong Surga yang Diturunkan ke Bumi
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Manado. (Foto: Istimewa)
Rabu, 11 November 2020 17:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MANADO - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan dan perjuangan para pendiri bangsa.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat menggelar Sosialisasi empat pilar MPR di Kampung Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara (10/11/2020).

"Banyak pahlawan yang berasal dari Sulawesi Utara, seperti Sam Ratulangi dan AA Maramis. Beliau merupakan sosok yang ikut merumuskan dasar negara," ujarnya.

Atas jasa para pahlawan itulah menurut Gus Jazil, sapaan akrabnya, Indonesia bisa merdeka, dan bangsa ini bisa menikmati hasil dari perjuangan para pahlawan itu. "Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, juga merupakan gagasan para pahlawan," paparnya.
 
Empat Pilar yang digagas para pahlawan itulah menurut Pria asal Pulau Bawean itu, menjadi pengikat bangsa Indonesia. "Tanpa Empat Pilar, Indonesia tidak ada," tegasnya.

Pancasila menurut Koordinator Nasional Nusantara mengaji itu, merupakan nilai-nilai luhur yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian oleh seluruh komponen yang ada. Nilai-nilai yang ada pada dasar negara tidak ada yang bertentangan dengan norma-norma yang hidup di masyarakat. "Pancasila sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Untuk itulah dalam segala sendi kehidupan nilai-nilai ini harus ada. "Pembangunan harus mengandung nilai-nilai Pancasila. Bila pembangunan tanpa mengandung nilai-nilai Pancasila maka pembangunan itu tidak menjadi berkah," tegasnya.

Terlebih lagi, pada tanggal 9 Desember 2020, beberapa daerah akan menggelar Pilkada serentak. Pilkada serentak juga bakal digelar di Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, serta kabupaten lain di provinsi yang berbatasan dengan Filiphina itu.

Pilkada kata Gus Jazil, juga merupakan salah satu wujud dari implementasi Sila IV Pancasila. "Pemilu, Pilkada, merupakan salah satu bentuk kedaulatan rakyat. Sesungguhnya Sila IV merupakan penghargaan terhadap kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat," paparnya.

Dalam hajatan ini masyarakat, atau para pemilih, memiliki suara. Untuk itu saat Pilkada ditegaskan agar masyarakat menggunakan haknya secara hikmah dan bijaksana. "Jangan sebaliknya suara ditukar dengan uang atau sembako," tegasnya.
 
Tantangan Pilkada menurutnya tak hanya money politik. Sebar fitnah, hoaks, caci maki untuk memenangkan Pilkada juga menjadi tantangan. Dirinya menegaskan untuk memenangkan Pilkada perlu dilakukan secara hikmah dan bijaksana. Hal demikian bisa terwujud bila masyarakat cerdas dalam berpolitik. Untuk itu menurut Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu perlu adanya pendidikan politik bagi masyarakat. "Pendidikan politik ini merupakan tugas semua," tuturnya.

Indonesia kata Dia, adalah negeri yang kaya raya. Negeri ini disebut zamrut khatulistiwa. "Indonesia itu bagaikan sepotong surga yang diturunkan ke bumi," ucapnya.

Kekayaan yang ada ini ditegaskan harus mampu dikelola secara maksimal agar memberi kesejahteraan pada masyarakat. Kekayaan yang ada harus disyukuri. "Disyukuri dengan mengelola yang benar dan untuk kemakmuran rakyat," tukasnya.

Untuk itu, Ia berharap, dengan kondisi Indonesia yang kaya jangan sampai banyak orang miskin dan tidak sejahtera. "Jangan seperti ayam mati di lumbung padi," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, Gus Jazil mengajak kepada semua untuk bangga menjadi bangsa Indonesia. Ini penting menjadi sikap sebab nilai-nilai yang demikian saat ini mulai ada yang luntur atau menipis di tengah masyarakat. Dari sinilah MPR melakukan sosialisasi agar nilai-nilai yang ada bisa semakin kuat.***

wwwwww