Home  /  Berita  /  Nasional

90 persen Orang di Seluruh Dunia Bermain 'Game Online'

90 persen Orang di Seluruh Dunia Bermain Game Online
Ketua Indonesia eSports Association (IESPA), Eddy Lim dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (gambar: tangkapan layar)
Selasa, 10 November 2020 13:14 WIB
JAKARTA - Ketua Indonesia eSports Association (IESPA), Eddy Lim mengemukakan, 90 persen orang di seluruh dunia saat ini terlibat sebagai pemain game online dalam hal ini olahraga gaming atau e-Sport.

"Saya bisa bilang 90 persen orang di dunia," kata Eddy dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Jumlah ini lebih besar dari jumlah pemain sepakbola di seluruh dunia, meskipun sepakbola masih dikenal sebagai olahraga terbesar di dunia.

Data tersebut diungkap Eddy ketika menanggapi peroalan apakah e-Sport masuk kategori olahraga prestasi, atau hanya olahraga masyarakat.

Menurut Eddy, e-Sport bisa masuk pada kedua kategori tersebut. Karena, dari 90 orang didunia pemain e-Sport akan ada sekian persen orang yang akhirnya berprestasi dan menjuarai pertandingan-pertandingan yang digelar.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian itu, Eddy juga menjelaskan dari sisi mana e-Sport bisa disebut sebagai olahraga.

Dalam penjelasannya, Eddy menyatakan bahwa jika sebutan olahraga harus diidentikkan dengan mengolah otot besar dalam raga seseorang, hal itu tidak akan tepat. Pasalnya, ada juga cabang olahraga yang faktanya mengedepankan penggunaan otot kecil, seperti olehraga menembak dan catur.

Olahraga menembak, kata Eddy, lebih mengedepankan otot kecil dimana saru jari yang digunakan untuk menarik pelatuk senjata. Begitu juga catur, otot kecil dan kecerdasan pemain adalah yang dominan digunakan sementara tubuh pemain duduk sepanjang pertandingan.

"e-Sport, 10 jari bekerja. Dan butuh kecerdasan otak karena umumnya yang dipertandingkan adalah gim strategi," kata Eddy.

Bagi olahraga menembak, catur dan e-Sport, jelas Eddy, sisi olahraga dalam konteks mengolah otot besar pemain terdapat pada saat sebelum pertandingan dimulai. Dimana masing-masing atlet pada ketiga olahraga tersebut, harus melakukan olah fisik yang cukup, serta pasokan makanan dan istirahat yang cukup agar tubuhnya bugar saat menjalani pertandingan.

Untuk diketahui, rapat ini digelar untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam kerja legislasi DPR RI dalam hal ini revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Olahraga, Nasional
wwwwww