Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jurnalis jurnas.com Pimpin Koordinatoriat Wartawan Parlemen periode 2020-2022

Jurnalis jurnas.com Pimpin Koordinatoriat Wartawan Parlemen periode 2020-2022
Ketua KWP periode 2020-2022 Marlen Sitompul (kanan) berpelukan dengan mantan ketua KWP periode 2016-2020 Romdony Setiawan (kiri) di Ruang Sidang Pemilihan Ketua KWP di kawasan Puncak, Bogor, Rabu (4/11/2020) dini hari. (foto: istimewa)
Rabu, 04 November 2020 16:52 WIB
JAKARTA - Jurnalis media siber jurnas.com, Marlen Sitompul terpilih menjadi Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), sebuah paguyuban wartawan politik di Senayan untuk masa jabatan periode 2020-2022.

Marlen, terpilih melalui gelaran pemilihan Pengurus KWP di Kawasan Puncak, Bogor, pada Rabu (4/11/2020) dini hari, yang difasilitasi Kesetjenan DPR RI. Meski pemilihan kepengurusan KWP sempat diwarnai kericuhan lantaran persoalan daftar pemilih tetap (DPT) dan tata tertib (Tatib), mayoritas peserta sidang pada akhirnya bermufakat menyerahkan tampuk kepemimpinan KWP kepada Marlen.

Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar yang hadir secara fisik dalam gelaran pemilihan itu, menegaskan bahwa Kesetjenan tak ingin masuk ke urusan rumah tangga KWP, tapi guna menengahi kericuhan yang terjadi, Indra mengadakan dialog khusus bersama para pihak. Lalu dengan diskresinya, Indra menetapkan bahwa pemilik hak suara adalah seluruh wartawan yang mendaftar secara daring untuk hadir.

Indra menegaskan bahwa pihaknya berhak untuk menentukan bekerjasama dengan siapapun. Harapan besar Kesetjenan DPR RI, wartawan parlemen ke depan bisa lebih berimbang dalam membuat pemberitaan terkait DPR RI.

Gelaran pemilihan tersebut, juga resmi dibuka oleh wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Dimyati Natakusumah. Dimyati menegaskan bahwa wartawan parlemen bersifat anorganik dalam struktur keorganisasian di Kesetjenan DPR RI.

"Saudara-saudara itu adalah aparatur yang anorganik yang harus menguatkan. Apa yang harus dilakukan oleh saudara-saudara? Yang pertama adalah promotif (mempromosikan parlemen). Yang kedua, harus melakukan protektif terhadap parlemen, kalau ada yang menginformasikan tentang jeleknya parlemen maka saudara-saudara mem-protect lewat attack, bukan malah menambah (pemberitaan jelek, red). Yang ketiga, kuratif, kalau (DPR, red) 'dihajar dan terluka' maka 'obati' oleh pers," kata Dimyati.

"Sekali lagi saya warning, kalau saudara-saudara menjadi parasit di dalam, tidak segan-segan saya minta dicabut ID-nya supaya jangan mudah masuk parlemen," tandas Dimyati.

Dalam sebuah kesempatan, Marlen menyatakan, 'akomodatif' adalah hal yang akan Ia lakukan di masa kepemimpinannya.

"Terima kasih," adalah ucapan yang disampaikan Marlen saat Ia menjabati-beberapa orang dipeluk-satu persatu wartawan yang ada di ruang sidang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nasional, GoNews Group
wwwwww