Home  /  Berita  /  GoNews Group

Buntut Listrik Padam di Sebagian Wilayah Kota, Legislator akan Panggil PLN

Buntut Listrik Padam di Sebagian Wilayah Kota, Legislator akan Panggil PLN
Anggota Komisi VII fraksi partai Golkar DPR RI, Dyah Roro Esti dalam sebuah kesempatan. (foto: dok. dyah roro esti)
Minggu, 01 November 2020 19:47 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII fraksi partai Golkar DPR RI, Dyah Roro Esti menyatakan, pihaknya akan memanggil PT PLN menyusul padamnya listrik di sebagian wilayah Ibukota Jakarta pada Minggu (1/11/2020).

"Tentu dalam hal ini kami akan memanggil Dirut PLN untuk mengantisipasi agar kejadian mati lampu tidak meluas," kata Dyah Roro Esti kepada wartawan, Minggu.

Terlebih dahulu, kata Dyah, pihaknya akan meminta penjelasan dari Dirut PLN Zulkifli Zaini mengenai penyebab padamnya listrik tersebut.

"Apakah dikarenakan trafo yang terbakar (overcapacity) atau faktor-faktor yang berkaitan dengan O&M (operation & maintenance)," kata Dyah.

Mencegah kejadian serupa tak terulang terlebih di masa pandemi, menurut Dyah, adalah hal yang perlu jadi perhatian. Karena padamnya listrik dikhawatirkan memicu warga untuk beraktivitas di luar rumah dan menyebabkan kerumunan sehingga meningkatkan potensi penyebaran virus Covid-19.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Jakarta, Depok, dan Bekasi sempat mengalami mati lampu pada Minggu siang tadi. Gangguan sejumlah Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (Sutet) saat terjadi hujan deras disertai petir, disebut sebagai pemicu.

"Hujan deras disertai petir yang terjadi di daerah Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah Sutet mengalami gangguan pada pukul 12.58 WIB," kata SRM General Affairs PLN UID Jakarta Raya, Emir Muhaimin di Jakarta.

Untuk wilayah Jakarta, kata Emir, pemadaman listrik terjadi di wilayah Kota Jakarta Timur, Jakarta Selatan seperti di Tebet, Mampang dan Kebayoran, sedangkan Jakarta Utara di Kemayoran, Angke. Kemudian, Jakarta Pusat di Kemayoran.

Kerusakan Sutet terjadi di sambungan Depok-Cibinong, Sutet Cibatu, Sutet Cawang, Sutet Tambun-Bekasi dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) Cibinong.

"Estimasi beban padam mencapai 1.266 MW dengan frekuensi tertinggi 50.89 Hz," katanya dalam lansiran Antara.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN Haryanto WS dalam konferensi pers, Minggu menyatakan, "Pada jam 12.58 terjadi gangguan yang disebabkan adanya alat PLN yaitu pemutus beban atau bahasa asingnya cirkuit breaker 500 kV di Muara Tawar mengalami breakdown atau meledak,".

Sehingga, lanjut Haryanto dalam lansiran detik.com, "ada 42 gardu induk yang mengalami pemadaman dengan beban kurang lebih 2.000 MW yang ada di sebagian Jakarta bagian timur dan juga daerah Bekasi,".

Tapi PLN telah bertindak cepat, hingga pada pukul 14.45 WIB, listrik di 17 wilayah (DKI Jakarta dan sekitarnya) sudah menyala.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:Peristiwa, Nasional, GoNews Group
wwwwww