Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
2
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
Olahraga
18 jam yang lalu
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
3
Hanya Ada Satu Target Prastawa
Olahraga
18 jam yang lalu
Hanya Ada Satu Target Prastawa
4
'Hari Kemenangan', LaNyalla dan OSO 'Ngobrol' soal Amandemen
Politik
23 jam yang lalu
Hari Kemenangan, LaNyalla dan OSO Ngobrol soal Amandemen
5
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
Olahraga
18 jam yang lalu
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
6
Reza Guntara Merasa Permainannya Belum Stabil
Olahraga
18 jam yang lalu
Reza Guntara Merasa Permainannya Belum Stabil
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Kinerja BPR di Sumbar Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Kinerja BPR di Sumbar Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi
Grafik kinerja BPR di Sumbar hingga Agustus 2020. (grafis: antara/ojk sumbar)
Rabu, 28 Oktober 2020 22:09 WIB
PADANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatera Barat tetap tumbuh di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Pada Agustus 2019 total aset BPR konvensional dan syariah di Sumbar mencapai Rp1,95 triliun, pada Agustus 2020 menjadi Rp2,04 triliun atau naik sebesar Rp90 miliar," kata Kepala OJK perwakilan Sumbar Misran Pasaribu di Padang, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya peningkatan total aset BPR terjadi karena peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp40 miliar dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,57 triliun.

"Selain itu kredit yang disalurkan juga meningkat sebesar Rp60 miliar dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,58 triliun," kata dia.

Kualitas pembiayaan yang disalurkan masih perlu perbaikan karena rasio kredit bermasalah mencapai 10,05 persen.

Angka ini sebenarnya sudah turun dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang mencapai 12,68 persen.

Ia menyebutkan angka rasio kredit bermasalah BPR di Sumbar berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 8,37 persen.

Sementara itu loan to deposit rasio atau perbandingan antara volume kredit yang disalurkan dengan jumlah penerimaan dana relatif baik yaitu 84,23 persen atau di bawah angka nasional 109,48 persen.

"Artinya BPR di Sumbar masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit, "ujarnya.

Pada sisi lain pangsa pasar BPR di Sumbar terhadap nasional terbilang kecil untuk aset hanya 1,2 persen, kredit 1,28 persen dan dana pihak ketiga 1,42 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Ekonomi, Sumatera Barat, Padang
wwwwww