Home  /  Berita  /  Kesehatan

5 Hal Ini Menjadikan Virus Corona Sangat Mematikan

5 Hal Ini Menjadikan Virus Corona Sangat Mematikan
Ilustrasi virus corona. (detikcom)
Sabtu, 24 Oktober 2020 14:07 WIB

CAMBRIDGE - Virus corona atau SARS-CoV-2 yang mucul di China sejak akhir 2019 lalu, hingga kini telah menginfeksi lebih 42 juta orang di seluruh dunia.

Dari lebih 42 juta orang yang terinfeksi atau positif Covid-19 itu, lebih 1 juta orang di antaranya meninggal dunia.

Muncul pertanyaan, mengapa virus corona sangat sangat mematikan? Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari kompas.com.

1. SARS-CoV-2 penipu ulung

Pada tahap awal infeksi, virus ini dapat menipu tubuh. Sistem pertahanan tubuh bahkan dapat dibajak dan sulit mengenali infeksi yang menyerangnya.

Saat virus corona memasuki organ paru dan saluran pernapasan, sistem kekebalan menganggapnya semua baik-baik saja.

''Virus ini brillian, memungkinkan terbentuknya sebuah pabrik virus di hidung Anda, tapi Anda merasa benar-benar sehat,'' kata Prof Paul Lehner dari University of Cambridge, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (24/10/2020).

Selanjutnya, saat infeksi terjadi sel-sel tubuh kita melepaskan bahan kimia yang disebut interferon.

Begitu sel ini dibajak oleh virus, semestinya reaksi kimiawi mereka menjadi sinyal peringatan ke seluruh tubuh dan sistem kekebalan. Namun, kemampuan luar biasa virus corona ini mematikan peringatan kimiawi tersebut.

''Ia (virus corona) melakukannya dengan sangat baik, sehingga Anda bahkan tidak tahu bahwa Anda sakit,'' kata Prof Lehner.

Saat melihat sel yang terinfeksi di laboratorium, Prof Lehner mengatakan Anda tidak mengira bahwa sel itu telah terinfeksi. Tapi anehnya, hasil tes menunjukkan bahwa sel itu ''sangat terinfeksi'' dan ini hanyalah salah satu ''kartu joker'' yang dimainkan SARS-CoV-2.

2. Virus cerdas gunakan taktik tabrak lari

Jika diibaratkan sebagai pengemudi kendaraan, virus corona ini adalah pengemudi berbahaya yang melarikan diri dari tempat kejadian kecelakaan. Sebab, virus dapat berpindah ke korban berikutnya jauh sebelum kita pulih atau meninggal.

Saat jumlah virus di dalam tubuh mulai mencapai puncaknya sehari sebelum mulai sakit, namun setidaknya dibutuhkan sepekan sebelum Covid-19 berkembang ke titik kita membutuhkan perawatan di rumah sakit.

''Ini adalah taktik evolusioner yang sangat brillian, (sebab) Anda tidak diam saja di tempat tidur, tapi pergi keluar dan bersenang-senang,'' kata Prof Lehner.

Prof Lehner menambahkan, ''virus tidak peduli, jika Anda mati. Ini adalah virus tabrak lari,''.

Sangat berbeda dengan virus SARS yang mewabah tahun 2002. Hari-hari paling menular setelah terinfeksi virus ini, mereka mudah diisolasi.

3. Virus baru dan tubuh belum siap

Ketakutan besar akan virus H1N1 alias flu babi pada tahun 2009, ternyata tidak terbukti. Sebab, ternyata virus ini tidak mematikan.

Galur virus ini mirip dengan beberapa virus yang ada di masa lalu. Ada empat virus corona lainnya, yang menyebabkan gejala flu biasa.

''Virus (Covd-19) adalah virus yang baru, jadi kami pikir belum ada kekebalan yang pernah terbentuk sebelumnya untuk melawannya,'' kata Prof Tracy Hussell dari Universitas Manchester.

Virus SARS-CoV-2 yang masih baru sangat mengejutkan bagi sistem kekebalan tubuh. Fenomena yang serupa saat orang Eropa membawa cacar bersama mereka ke Dunia Baru, dengan konsekuensi yang mematikan.

Sistem kekebalan akan melakukan banyak percobaan dan kesalahan dalam upaya belajar melawan infeksi baru.

4. Virus SARS-CoV-2 lakukan hal-hal tak terduga

Sama seperti generasi sebelumnya, SARS-CoV-2 menyerang saluran pernapasan, memulainya sebagai penyakit paru-paru. Di dalam organ utama pernapasan ini, virus ini melakukan hal-hal aneh dan tidak biasa yang dapat memengaruhi tubuh.

Prof Mauro Giacca dari King's College London mengatakan banyak aspek Covid-19 yang unik dan memang berbeda dengan penyakit virus lain pada umumnya. Dia menambahkan virus ini tidak hanya membunuh sel paru-paru, tapi juga merusaknya.

Sel terlihat menyatu menjadi sel masif dan tidak berfungsi yang disebut syncytia. Dalam kasus penyakit paru, biasanya tubuh akan melakukan regenerasi secara utuh untuk memulihkan paru-paru setelah Anda menderita flu parah.

''Tetapi ini tidak terjadi dengan Covid. Ini adalah infeksi yang sangat aneh,'' kata Prof Giacca.

Gumpalan darah di banyak organ juga ditemukan pada sejumlah pasien Covid-19, yang menyebabkan darah begitu lengket.

''Jujurnya, dalam karier saya yang sangat panjang, saya belum pernah melihat sekelompok pasien dengan darah lengket seperti itu,'' kata Prof Beverly Hunt dari King's College London.

Virus SARS-CoV-2 ini dapat menyebabkan peradangan tak terkendali pada beberapa pasien, membuat sistem kekebalan bertindak terlalu agresif, dengan konsekuensi merusak bagi seluruh tubuh.

5. Menjadi lebih gemuk

Covid-19 akan sangat buruk pada Anda yang memiliki obesitas, karena lingkat pinggang yang besar akan meningkatkan perawatan intensif, atau mengalami kematian.

''Hubungan yang sangat kuat dengan obesitas adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat pada infeksi virus lainnya. Dengan cedera paru, orang obesitas sering kali mengalami perbaikan kondisi, alih-alih menjadi lebih parah,'' kata Prof Sir Stephen O'Rahilly dari Universitas Cambridge.

Lemak yang disimpan di seluruh tubuh, di organ seperti hati, menyebabkan gangguan metabolisme yang tampaknya diperburuk oleh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Pasien obesitas lebih cenderung mengalami tingkat peradangan yang lebih tinggi di dalam tubuh dengan protein yang menyebabkan pembekuan darah akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww