Home  /  Berita  /  Peristiwa

Nekat Buka Peti Mati Pasien Covid-19, Warga Kaget Lihat Jenazah Masih Pakai Pempers

Nekat Buka Peti Mati Pasien Covid-19, Warga Kaget Lihat Jenazah Masih Pakai Pempers
Warga membuka peti jenazah pasien Covid-19 yang hendak dimakamkan.(suarajabar.id)
Senin, 05 Oktober 2020 20:40 WIB

CIREBON - Belasan pria nekat membuka peti mati jenazah pasien Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Saat peti terbuka, mereka kaget melihat jenazah dalam peti tersebut tidak dikapani. Kondisi jenazah masih pakai pempers dan baju.

Dikutip dari Suara.com, video peristiwa tersebut beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Facebook Tyo Gillmore, Ahad (4/10/2020) malam

Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu terlihat belasan warga menolak jenazah pasien Covid-19 hendak dikebumikan secara protokol kesehatan. Warga menarik paksa peti jenazah yang hendak dikebumikan itu.

Ads

Petugas pemulasaran dari RSD Gunungjati Kota Cirebon tak mampu membendung warga yang jumlahnya lebih banyak dari mereka.

Saat membuka peti jenazah, warga dan keluarga almarhum sangat terkejut. Pasalnya, pempers dan baju masih melekat di tubuh jenazah pria warga Blok Parid, Desa Gunungjati itu.

Pemandangan tersebut membuat warga dan keluarga jenazah murka. Mereka langsung membawa pulang jenazah itu ke rumah duka untuk dimandikan dan dishalatkan.

''Bawa pulang lagi aja, masih kotor, masih kotor, masih ada baju dan pempersnya, kita mandiin di rumah,'' ujar salah satu warga dalam video viral itu.

Video tersebut sontak mendapat respons dari para netizen di kolom komentar akun facebook milik Tyo Gillmore. Tidak sedikit netizen yang mengecam pemerintah terkait prosedur pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu.

''Sekarang sedikit-sedikit, terbuka bukti kejahatan rumah sakit, insyallah Allah akan membuka semua kejahatannya,'' ucap Yadha Edhyat, dalam kolom komentar akun milik Tyo Gillmore.

Akun facebook atas nama Risma Rima juga ikut komentar. ''itu tetangga depan rumahku, almarhum sudah lama sakit paru-paru, bahkan sebelum musim Corona juga sudah sakit. Kemarin almarhum di rawat di RSD Gunungjati selama tiga hari, kemudian meninggal, disangka corona, jelas saja keluarganya enggak terima,'' tulisnya.

''Biar dana cair dari Pemerintah, maka segala penyakit dihubungkan karena Corona, kalo penyakit biasa tidak akan cair. Simak keterangan dari Dr Tirta,'' tulis Besano Nata Decoco pada kolom komentarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Peristiwa
wwwwww