Home  /  Berita  /  GoNews Group
Turnamen Catur Internasional Joytu Sheikh Hasina 2020

Susanto Megaranto Tak Terkalahkan, Novendra Tak Mengecewakan

Susanto Megaranto Tak Terkalahkan, Novendra Tak Mengecewakan
GM Susanto Megaranto (Foto: indosport)
Sabtu, 03 Oktober 2020 00:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pecatur Indonesia, GM Susanto Megaranto tampil meyakinkan dalam turnamen catur daring Internasional Joytu Sheikh Hasina yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh pada 24-26 September 2020.

Susanto keluar sebagai juara tanpa terkalahkan dengan 7 poin dari sembilan babak sistem Swiss. Ada dua pecatur lainnya yang juga sama membukukan tujuh angka, yaitu GM Narayanan S.L dari India dan GM Amin M Tabatabaei dari Iran. Tapi keduanya kalah tie-break berbeda 0,5 dan 1 poin lebih rendah.

Pada turnamen yang diikuti 74 pecatur dari 14 negara ini, Susanto merebut hadiah pertama sebesar usd 1,200 (sekitar 18 juta rupiah) dari total hadiah yang disediakan  6,500 dolar AS (sekitar 100 juta rupiah) dari South Asian Chess Council yang diketuai Oleh Dr. Benazir Ahmed BPM yang juga Presiden Federasi Catur Bangladesh. 

Dari tujuh poin yang direbut Susanto adalah hasil lima kali menang dan empat kali remis. Dan, yang paling membanggakan adalah kemenangan Susanto atas sekondan lima kali juara dunia catur GM Viswanathan Anand, yaitu GM Surya Shekhar Ganguly pada babak keenam. Setelah itu Susanto main aman tiga kali remis dan juara tanpa terkalahkan.

Ads

“Kita sambut gembira kemenangan Susanto ini,”  kata Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto ketika diberi kabar menggembirakan ini.

“Semoga ini bisa menjadi Langkah awal dia percaya diri masuk ke Club Super Grandmaster yang merupakan kelompok para GM peringkat atas dunia yang memiliki turnamen tersendiri,” tambahnya.

Selain Susanto, IM Novendra Priasmoro juga tampil mengesankan. Novendra Priasmoro sebagai wakil dari Indonesia sesuai dengan permintaan Federasi Catur Bangladesh tampil dengan hasil yang tidak mengecewakan.

"Sampai lima babak, Susanto dan Novendra sama-sama memimpin setelah saling bermain remis. Pada empat babak awal hanya kedua pecatur Indonesia ini yang mampu menyapu bersih empat lawannya," kata Kapten Tim Tak Bermain, Kristianus Liem.

Namun Novendra mengalami dua kekalahan dari sembilan babak. Kekalahan dari GM Amin Tabatabae dari Iran pada babak terakhir membuatnya merosot ke ranking sembilan dengan 6 poin.

"Apa yang dibuat Novendra ini tetap membanggakan karena dari sembilan babak ia mendapat tujuh lawan bergelar Grandmaster. Sejak babak ketiga seluruh lawan Novendra bergelar GM," tutupnya. ***

wwwwww