Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
2
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
Pendidikan
19 jam yang lalu
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
3
Jenazah 5 ABK Ditemukan dalam Freezer Kapal Ikan di Kepulauan Seribu
Peristiwa
17 jam yang lalu
Jenazah 5 ABK Ditemukan dalam Freezer Kapal Ikan di Kepulauan Seribu
4
Diserang Kelompok Bersenjata, Anggota TNI dan Warga Sipil Tewas di Intan Jaya
Peristiwa
17 jam yang lalu
Diserang Kelompok Bersenjata, Anggota TNI dan Warga Sipil Tewas di Intan Jaya
5
Jiwasraya 'Dirampok' dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Politik
20 jam yang lalu
Jiwasraya Dirampok dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi IV Minta Program 'Food Estate' Lebih Rasional

Komisi IV Minta Program Food Estate Lebih Rasional
Gambar: virtual.
Selasa, 15 September 2020 16:47 WIB

JAKARTA - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sudin, meragukan mega proyek food estate seluas 30.000 hektar di Kalimantan Tengah bisa rampung hingga akhir tahun 2020. Sudin sudah meninjau lahan tersebut.



Kepada wartawan, Selasa (15/9/2020), Sudin mengungkapkan bahwa lahan tersebut belum memiliki saluran irigasi yang layak pakai. Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), irigasi di lahan tersebut baru akan diperbaiki.

"Januari atau Februari saya sudah meninjau ke sana. Rusak berat, masih dalam perbaikan. Makanya tadi saya tanyakan, apakah bisa ditanam 30.000 Ha? Pakai apa tanamnya? 30.000 Ha itu banyak lho. Kalau melibatkan tenaga kerja, itu mungkin puluhan ribu (tenaga kerja). Apakah ada tenaga kerja di sana? Sedangkan tenaga kerja di sana itu kan sangat kekurangan," tegas Sudin.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan, Kementan tidak perlu memasang target pemenuhan kebutuhan pangan nasional yang terlalu muluk, agar bisa dicapai. Kalau ada yang tidak tercapai, itu pun tidak terlalu jauh dari target.

"Ini yang jadi pertanyaan saya. Jangan target setinggi langit, pencapaian sekaki bukit. Saya nggak mau target terlalu tinggi, tiba-tiba enggak tercapai. Yang namanya enggak bagus siapa? Ya Menteri. Nanti rakyat tinggal menghujat, DPR-nya bodoh, mau saja dibohongi," kritik Sudin.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, GoNews Group

wwwwww