Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
13 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
2
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
3
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
Internasional
24 jam yang lalu
Tidur dalam Mobil Terparkir, 3 Mahasiswi Tewas dan 1 Kritis
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
11 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
5
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
6
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Politik
21 jam yang lalu
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Setelah Anies Berlakukan PSBB Lagi

Setelah Anies Berlakukan PSBB Lagi
Foto: Ist./Pemprov DKI
Jum'at, 11 September 2020 14:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diberitakan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lagi pada 14 September 2020. PSBB Total, kemudian menjadi diskursus bagi banyak pihak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak lepas dari dampak pengumuman PSBB DKI Jakarta.

"Hari ini masih tidak pasti karena announcement Gubernur DKI tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," kata Airlangga secara virtual, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan, "karena PDB kita 50 persen konsumsi," pasukan dan distribusi harus tetap dijaga.

"Dalam situasi PSBB ada hal-hal yang tidak boleh terhalangi, yaitu jalur distribusi. Jalur distribusi ini di setiap PSBB perlu tetap berjalan agar supply chain tidak terganggu," ungkap Agus dikutip dari Kompas, Jumat (11/10/2020).

Respons lain datang dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menilai, kinerja industri manufaktur bakal kembali tertekan akibat keputusan PSBB terbaru di DKI Jakarta. Hal itu bakal kian parah bila wilayah lain juga menerapkan hal serupa.

"Kami melihat industri yang sedang menggeliat ini khawatir mendapat tekanan, tapi yang perlu disampaikan bahwa pemerintah menilai kesehatan masyarakat suatu hal yang tidak bisa ditawar," ujar Agus dalam lansiran itu.


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pemerintahan, Nasional, GoNews Group

wwwwww