Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
14 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
2
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Istri Meninggal, Ruslan Buton Ajukan Izin Hadiri Pemakaman
3
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
12 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
4
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
Peristiwa
17 jam yang lalu
Penemuan Jasad Tinggal Kerangka di Sebuah Gudang Gegerkan Warga Bukittinggi
5
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
Politik
22 jam yang lalu
Bongkar Kasus Jiwasraya, Kejagung Dianggap Sukses Gilas Pamor KPK
6
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Setelah 3 Hari Ngamar di Hotel, Wanita Bersuami Dianiaya Selingkuhan, Begini Ceritanya

Setelah 3 Hari Ngamar di Hotel, Wanita Bersuami Dianiaya Selingkuhan, Begini Ceritanya
Ilustrasi. (int)
Jum'at, 11 September 2020 00:47 WIB

SEMARANG -- Seorang wanita berinisial IF (24), babak belur setelah dianiaya pria selingkuhannya, BS (30), di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari Inews.id, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, penganiayaan itu bermula ketika BS mengajak korban untuk menikah dengan catatan harus menceraikan pasangan masing -masing.

Ternyata, setelah BS menceraikan istrinya, IF belum juga meminta cerai kepada suaminya.

''Tersangka akhirnya membawa korban korban dari tempat kerja selama 3 hari dan menganiaya menggunakan sepatu. Selama di kamar hotel tersangka bahkan sempat beberapa kali menyetubuhi korban,'' kata Gatot, kemarin.

Dituturkan Gatot, korban yang beralasan ingin pulang untuk menggugat cerai sang suami, akhirnya berhasil kabur dari cengkraman tersangka.

Selanjutnya korban melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya ke polisi. Atas laporan tersebut, polisi pun bergerak menangkap pelaku.

Setelah ditangkap, kepada polisi, BS mengaku menganiaya korban karena sakit hati lantaran korban tak menceraikan suaminya. Padahal dia sudah menceraikan istrinya.

''Saya telah terlanjur menceraikan istri sah saya demi bisa hidup bersama dia. Saya juga kesal dengan ikrar yang diingkari dia,'' kata BS.

''Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 332 Ayat (1) ke 2E KUHP tentang melarikan perempuan dengan tipu muslihat dan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww