Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencabul Anak Kandung Hingga Hamil Tewas Dianiaya Puluhan Tahanan dalam Rutan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Pencabul Anak Kandung Hingga Hamil Tewas Dianiaya Puluhan Tahanan dalam Rutan
2
DPC Gerindra Bukittinggi Klarifikasi Keterlibatan Kadernya dengan Cawako Petahana
Politik
23 jam yang lalu
DPC Gerindra Bukittinggi Klarifikasi Keterlibatan Kadernya dengan Cawako Petahana
3
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
Kesehatan
23 jam yang lalu
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
4
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
5
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
21 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
6
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
Politik
21 jam yang lalu
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
Home  /  Berita  /  Politik

Pesan Gus Jazil ke Santri Minhajut Tullab: Hidup Tak Berguna Tanpa Tauhid

Pesan Gus Jazil ke Santri Minhajut Tullab: Hidup Tak Berguna Tanpa Tauhid
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid saat memberikan materi Sosialisasi 4 Pilar di Konawe Selatan. (GoNews.co)
Jum'at, 11 September 2020 19:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

KONAWE SELATAN – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jazilul Fawaid, meminta para santri untuk bersabar dalam menimba ilmu dan terus mengejar strata pendidikan. Tapi keilmuan, harus dimulai dengan ilmu tentang ketuhanan.

Hal itu disampaikan Jazilul Fawaid, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Pondok Pesantren Minhajut Tullab di Konawe Selatan, Sulawesi Utara, Jumat (11/10/2020).

"Nggak ada gunanya hidup kalau nggak kenal Tuhannya. Karena minim ilmu tauhidnya," kata Jazilul di hadapan para santri yang rerata berusia milenial itu.

Kesabaran dalam menuntut Ilmu, pesan Jazilul, adalah bekal untuk menjadi pemimpin. "Karena setiap pemimpin, yang ditempa itu adalah mentalnya,".

Sementara mengenal Tuhan dengan baik, dijelaskan Jazilul, adalah cara untuk mendapatkan keberkahan. Bahkan ketika ilmu yang dimiliki tidak cukup banyak.

"Itu kenapa Pancasila dimulai dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini adalah pasal utama untuk kita bisa mengimplentasikan pasal-pasal lainnya dalam kehidupan berbangsa. Bagaimana menjadi pemimpin  yang amanah dalam mewujudkan Keadilan Sosial misalnya, jika Ia tak takut pada Tuhannya?" papar Jazilul.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil itu, juga mengatakan, "Siapapun yang mencari Ilmu tapi Ilmu yang didapat tidak menjadi petunjuk bagi dirinya, maka itu tanda Allah menjauh dari dirinya lantaran dosa-dosanya. Jika menunut Ilmu dimulai dari ilmu ketuhanan dan dengan niatan yang bersih, maka InsyaAllah, Allah akan menjadikan ilmu yang didapat sebagai pentujuk bagi seseorang itu,".

"Jadi jangan pinter tapi keminter. Pinter kalau ilmunya gak bermanfaat gak berkah, tidak ada gunanya," kata Gus Jazil yang berkarir di politik bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Turut hadir dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI itu, Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Gus Wildan, dan tokoh lain di antaranya, Kyai Khozir, Dewan Syuro PKB Kendari, Ketua PKB Provinsi Sultra, Bambang sutejo, serta rombongan dan staf ketua PKB Konawe Selatan.***


wwwwww