Home  /  Berita  /  Nasional

Qariah Diminta Buka Cadar Saat Akan Baca Alquran, Begini Penjelasan Panitia MTQ ke-37 Sumut

Qariah Diminta Buka Cadar Saat Akan Baca Alquran, Begini Penjelasan Panitia MTQ ke-37 Sumut
Qariah memakai cadar asal Labuhanbatu memilih batal mengikuti MTQ ke-37 Sumut karena diminta membuka cadarnya. (pojoksatu.com)
Rabu, 09 September 2020 11:02 WIB

MEDAN - Seorang qariah utusan Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), memilih batal mengikuti Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Sumut, karena tidak bersedia membuka cadar yang dikenakannya.

Dikutip dari detikcom, video peristiwa tersebut beredar luas di channel YouTube. Dilihat detikcom, Rabu (9/9/2020), dalam video itu terlihat ada seorang wanita berbaju hitam yang menggunakan cadar naik ke dalam bilik untuk membaca Alquran. Saat akan memulai membaca, wanita itu diminta untuk membuka cadarnya.

''Tolong dibuka cadarnya supaya tahu bacaannya. Sudah aturan nasional, kalau nggak dibuka langsung didiskualifikasi,'' kata seseorang kepada wanita itu.

Wanita itu pun meminta agar dia tetap menggunakan cadar. Namun panitia tetap meminta cadar dilepas.

''La (tidak),'' kata suara pria dalam video itu.

Wanita itu kemudian berdiri dan meninggalkan bilik tempat membaca Alquran. Saat itu, suara pria dalam video itu kembali mengingatkan membuka cadar sudah merupakan peraturan nasional.

''Peraturan nasional. Sudah diterapkan sejak tahun lalu di TSQ Pontianak,'' kata suara pria itu.

Ketua Pelaksana MTQ ke-37 Sumut, Palid Muda Harahap, mengatakan peserta yang didiskualifikasi itu merupakan peserta asal Kabupaten Labuhanbatu. Palid menjelaskan kejadian tersebut adalah kesalahpahaman.

''Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di nasional. Tetapi, di Sumut kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu, murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat,'' ujar Palid dalam keterangan tertulis.

Palid menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dewan hakim terkait hal ini. Peserta yang sempat didiskualifikasi itu disebut boleh tampil lagi jika berkenan.

''Pada hari-hari berikutnya juga banyak yang tampil bercadar. Alhamdulillah tidak ada masalah. Peristiwa miskomunikasi ini jadi pelajaran bersama bagi kita semua,'' ucapnya.

Palid menjelaskan kebijakan melepas cadar itu untuk melihat gerak bibir peserta saat membaca Alquran. Hal ini sebagai antisipasi terjadi kecurangan dalam MTQ.

''Namun, tafsir sebenarnya tidak perlu melihat gerak bibir. Jadi kita di Sumut itu ada penyesuaian dan tidak ada larangan pakai cadar untuk tampil dengan pemeriksaan terlebih dahulu,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Peristiwa, Nasional

wwwwww