Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
11 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
23 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
4
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
22 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
5
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
6
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
14 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
Home  /  Berita  /  Pariaman

Mitigasi Tsunami, BNPB Tanam Seribu Pohon Pinago di Pesisir Pantai Pariaman

Mitigasi Tsunami, BNPB Tanam Seribu Pohon Pinago di Pesisir Pantai Pariaman
Direktur Mitigasi Bencana BNPB Jhony Sumbung menanam pohon pinago di pesisir pantai Pariaman, Rabu (9/9. (ANTARA/Aadiaat MS)
Rabu, 09 September 2020 14:57 WIB
PARIAMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menanam seribu pohon Pinago di pesisir pantai daerah itu sebagai langkah mitigasi bencana tsunami.

"Penanaman pohon Pinago ini sebagai langkah mitigasi struktural secara partisipatif di Kota Pariaman," kata Direktur Mitigasi Bencana BNPB Jhony Sumbung saat penanaman pohon Pinago di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan pohon tersebut memiliki keunggulan mulai dari usia yang panjang yaitu ratusan tahun serta batang yang kokoh sehingga bermanfaat untuk menghindari terjadinya abrasi serta mengurangi dampak tsunami.

Ia menyampaikan penanaman dan budidaya pohon Pinago tersebut merupakan percontohan sebagai langkah mitigasi bencana berdasarkan kearifan lokal.

"Pohon ini kan khas Pariaman, pohon dengan jenis yang sama juga ada di daerah lain," katanya.

Ia meminta pemeliharaan kelangsungan pohon tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah setempat sehingga tanaman itu terus tumbuh dan dapat menahan abrasi serta mengurangi dampak tsunami di daerah itu.

Menurutnya Pariaman memiliki pantai yang indah sehingga potensi pengembangan pariwisata juga lebih besar namun daerah itu juga berpotensi terjadi bencana tsunami.

Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan budidaya pohon Pinago tersebut dilakukan pertama kalinya oleh pihaknya bersama anggota TNI setempat yang hal itu merupakan arahan dari Kepala BNPB Doni Monardo pada tahun lalu.

"Biasanya pohon ini tumbuh secara alami atau terbawa oleh burung ke pantai," kata dia.

Metode penanaman dilakukan dengan cara berlapis sehingga daya tahannya untuk mengurangi dampak tsunami semakin baik.

Ia berharap pohon tersebut ditanam di seluruh pantai Sumatera sehingga dapat mengangkat nama Kota Pariaman sebagai tempat asal pohon itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pemerintahan, Lingkungan, Sumatera Barat, Pariaman

wwwwww