Home  /  Berita  /  Pariaman

Mitigasi Tsunami, BNPB Tanam Seribu Pohon Pinago di Pesisir Pantai Pariaman

Mitigasi Tsunami, BNPB Tanam Seribu Pohon Pinago di Pesisir Pantai Pariaman
Direktur Mitigasi Bencana BNPB Jhony Sumbung menanam pohon pinago di pesisir pantai Pariaman, Rabu (9/9. (ANTARA/Aadiaat MS)
Rabu, 09 September 2020 14:57 WIB
PARIAMAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menanam seribu pohon Pinago di pesisir pantai daerah itu sebagai langkah mitigasi bencana tsunami.

"Penanaman pohon Pinago ini sebagai langkah mitigasi struktural secara partisipatif di Kota Pariaman," kata Direktur Mitigasi Bencana BNPB Jhony Sumbung saat penanaman pohon Pinago di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan pohon tersebut memiliki keunggulan mulai dari usia yang panjang yaitu ratusan tahun serta batang yang kokoh sehingga bermanfaat untuk menghindari terjadinya abrasi serta mengurangi dampak tsunami.

Ia menyampaikan penanaman dan budidaya pohon Pinago tersebut merupakan percontohan sebagai langkah mitigasi bencana berdasarkan kearifan lokal.

"Pohon ini kan khas Pariaman, pohon dengan jenis yang sama juga ada di daerah lain," katanya.

Ia meminta pemeliharaan kelangsungan pohon tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah setempat sehingga tanaman itu terus tumbuh dan dapat menahan abrasi serta mengurangi dampak tsunami di daerah itu.

Menurutnya Pariaman memiliki pantai yang indah sehingga potensi pengembangan pariwisata juga lebih besar namun daerah itu juga berpotensi terjadi bencana tsunami.

Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan budidaya pohon Pinago tersebut dilakukan pertama kalinya oleh pihaknya bersama anggota TNI setempat yang hal itu merupakan arahan dari Kepala BNPB Doni Monardo pada tahun lalu.

"Biasanya pohon ini tumbuh secara alami atau terbawa oleh burung ke pantai," kata dia.

Metode penanaman dilakukan dengan cara berlapis sehingga daya tahannya untuk mengurangi dampak tsunami semakin baik.

Ia berharap pohon tersebut ditanam di seluruh pantai Sumatera sehingga dapat mengangkat nama Kota Pariaman sebagai tempat asal pohon itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pemerintahan, Lingkungan, Sumatera Barat, Pariaman
wwwwww