Home  /  Berita  /  Pesisir Selatan

Apkasindo Pesisir Selatan Sediakan Kecambah Unggul Bagi Petani

Apkasindo Pesisir Selatan Sediakan Kecambah Unggul Bagi Petani
Ketua DPD Apkasindo Pesisir Selatan Afrizal Kirun. (ANTARA/Didi Someldi Putra)
Selasa, 08 September 2020 14:50 WIB
PAINAN - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjalin kerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara dalam menyediakan kecambah unggul bagi petani sawit di daerah setempat.

"Penanaman kecambah unggul merupakan langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, mewujudkannya kami menjalin kerja sama dengan PPKS Medan," kata Ketua DPD Apkasindo Pesisir Selatan Afrizal Kirun di Painan, Selasa.

Bagi petani yang berminat, kata dia, pihaknya akan mendata nama, alamat dan lokasi lahan. Jika dirasa cukup maka usulan akan disampaikan ke PPKS Medan untuk segera dilaksanakan pengiriman kecambah.

Pengiriman kecambah lengkap dengan dokumen yang menyebutkan asal-usulnya, dan dokumen ini bisa digunakan petani sebagai salah satu syarat menjalin kemitraan dengan perusahaan kelapa sawit dalam penjualan TBS.

Ia mengungkapkan petani bisa memesan kecambah sesuai kebutuhan, bahkan 10 kecambah pun bisa dipesan. Harga per kecambah hanya Rp6.850.

Dari sekitar 90 ribu hektare areal kelapa sawit milik petani swadaya di Pesisir Selatan, sekitar 70 persen di antaranya berasal dari kecambah jenis Dura, sisanya Tenera dan Pisifera.

Hal tersebut, jelasnya menjadi salah satu faktor kenapa harga TBS kelapa sawit di daerah setempat dibeli oleh pabrik kelapa sawit dengan harga yang kurang bersahabat.

"Banyak faktor yang menyebabkan harga TBS rendah, salah satunya varietas kecambah. Untuk itu kami dari Apkasindo mencoba mencarikan jalan keluar terkait penyediaannya," imbuhhnya.

Ia menjelaskan TBS dari kecambah jenis Dura memiliki daging buah yang tidak begitu tebal dan bijinya agak besar, serta memiliki kandungan minyak yang rendah.

"Idealnya TBS berasal dari kecambah jenis Tenera karena memiliki cangkang yang tipis serta daging buahnya yang tebal dan menghasilkan minyak yang banyak," sebutnya.

Sementara Pisifera, jenis ini memiliki cangkang yang tipis hingga tidak bercangkang dan memiliki daging yang tebal. Hanya saja bunga betina dari jenis ini sulit berkembang menjadi buah sehingga produktivitas lahan lebih rendah.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Sumatera Barat, Pesisir Selatan

wwwwww